Bukan Sekadar Tempat Transaksi, Pasar Tradisional Juga Wahana Edukasi dan Warisan Budaya

HERITAGE - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo. Pasar tradisional adalah warisan budaya. (Foto: Arif Giyanto)
HERITAGE – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo. Pasar tradisional adalah warisan budaya. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Lebih dari 67.389 ribu pedagang tersebar di 333 pasar tradisional se-DIY. Jumlah pedagang pasar tradisional yang sangat besar tersebut sangat potensial mendongkrak kesejahteraan warga Jogja.

“Jogja sangat peduli pasar tradisional, karena pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi antara penjual dan pembeli, tapi juga merupakan wahana edukasi, bahkan heritage atau warisan budaya,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo, kepada Jogja Daily, Selasa (7/4/2015).

Ia menuturkan, revitalisasi lantai dua dan tiga Pasar Beringharjo belum lama selesai. Sebelumnya, keadaan pasar belum tertata rapi. Upaya pihaknya tersebut mengubah wajah pasar kondang di Jogja tersebut lebih kinclong.

“Selama 20 tahun, Pasar Beringharjo dikelola swasta dengan sistem Build Operate Transfer (BOT), kemudian diambil alih kembali oleh Pemkot Yogyakarta pada 2013. Kami melakukan pengecatan; revitalisasi dinding, toilet, lantai; dan penataan ruang pelayanan,” tutur alumnus UGM tersebut.

Maksud dari pasar tradisional sebagai wahana edukasi, terang Gunawan, adalah menanamkan nilai-nilai sosial-ekonomi yang terjalin dalam interaksi dagang penjual dan pembeli di pasar tradisional kepada generasi penerus.

“Pasar tradisional mewakili karakter masyarakat lokal. Terutama Beringharjo yang mulai kompleks secara etnis, pada umumnya pasar tradisional memiliki karakternya masing-masing. Penting bagi generasi penerus untuk memahami karakter ini supaya dapat mengembangkan perekonomian Jogja menjadi lebih baik lagi,” jelas Gunawan.

Sementara pasar tradisional sebagai warisan budaya (heritage), tampak pada upaya pemerintah menarik wisatawan untuk berbelanja di pasar tradisional. Menurut Gunawan, komunikasi yang dibangun pihaknya kepada para pedagang, mengarah pada kerja bersama agar Pasar Beringharjo semakin ramai dikunjungi wisatawan.

“Gebyar Pasar Tradisional 2014 berlanjut dengan Gebyar Pasar Tradisional 2015. Event ini melibatkan 31 pasar tradisional yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Aktivitas tersebut membuktikan komitmen pemerintah untuk menjaga pasar tradisional sebagai warisan budaya,” tuturnya.

UPT Pusat Bisnis Pasar Beringharjo mengelola area pasar seluas 6.613 m2 untuk pedagang, dengan 173 kios dan 73 konter.

Pasar Tradisional versus Pasar Modern

Isu paling mengemuka di kalangan pedagang tradisional adalah maraknya pasar modern di Jogja. Keadaan ini dianggap ancaman bagi eksistensi pasar tradisional. Tidak demikian dengan Gunawan. Ia yakin, pasar tradisional memiliki positioning tersendiri.

“Para pedagang memang merasa terancam dengan semakin menjamurnya pasar modern. Namun, situasi tersebut dapat dianggap sebagai peluang, bila kita dapat menjadikan pasar modern sebagai partner. Karena, positioning-nya pun berbeda,” ungkap Gunawan.

Pasar tradisional, katanya, tempat transaksi paling komplit, baik dagangan maupun suasana dan penghuninya. Meski demikian, pembenahan pasar tradisional dengan tetap menjaga kebersihan, keamanan, kerapian, kejujuran, dan keramahan para pedagang sangat berpengaruh pada eksistensi pasar tradisional.

“Sumbangsih pasar tradisional untuk PAD sangat signifikan. Pendapatan pedagang dari aktivitas grosir juga besar nilainya. Tapi menjaga minat konsumen untuk tetap stabil, bahkan meningkat, dengan pelayanan yang terus diperbaiki, akan membuat pasar tradisional semakin dicintai warga Jogja,” ucap Gunawan.

Ia menambahkan, peran teknologi informasi juga menjadi rencana penting pengembangan Pasar Beringharjo. Karena susah dipungkiri, zaman telah berubah dengan menumpukan transaksi pada perangkat komunikasi canggih.

3 thoughts on “Bukan Sekadar Tempat Transaksi, Pasar Tradisional Juga Wahana Edukasi dan Warisan Budaya

  1. Saya sudah datang ke pasarnya mas Gunawan itu. Memang beda banget dengan gambaran pasar tradisional lain. Penting untuk dijadikan contoh bagaimana pasar tradisional tetap nyaman bersih dan aman. Ada lapak kosong tidak mas Gunawan? Saya minat lho, apalagi kalau ada fasilitas layanan pemasaran on line. Pasti lebih yahud

    1. gunawan nugroho

      - Edit

      Makasih mas sudah mampir ke pasar tradisional.. terimakasih juga atas masukannya… kita memamng ingin memfasilitasi temen2 pedagang pasar tradisional dengan online shoping… semoga dalam waktu dekat ini kita bisa buat web juga untuk pasar tradisional… kalo berminat kios atau lapak nya silahkan mengisi waiting list di kantor kami UPT Pusat Bisnis Dinas Pengelolaan Pasar KotaYogya… lantai 3 Pasar Berinharjo.. cuman bawa fotocopi KTP dan isi formulir waiting list… segera kita follow up.. salam hangat dari kami.. maju terus pasar tradisional kota jogja..

Comments are closed.