Gebyar Pasar Tradisional 2015, Eksplorasi Potensi Seni Pedagang Pasar Tradisional

PENTAS SENI - Tiga grup kesenian Pasar Pathuk dalam pertunjukan seni, Rabu (1/4/2015). (Foto: Pemkot Yogyakarta)
PENTAS SENI – Tiga grup kesenian Pasar Pathuk dalam pertunjukan seni, Rabu (1/4/2015). (Foto: Pemkot Yogyakarta)

Ngampilan, JOGJADAILY ** Tiga grup kesenian dari Pasar Pathuk, Ngampilan, menampilkan tarian berjudul ‘Tari Edan-Edanan’ dan dua lakon drama berjudul ‘Salah Tompo’ dan ‘Suro mBilung’, Rabu (1/4/2015). Pentas kesenian yang menghibur para penonton tersebut merupakan bagian dari Lomba Pentas Kesenian antar-Pasar Tradisional dalam rangka Gebyar Pasar Tradisional 2015.

Dalam pentasnya, para pedagang pasar menyelipkan berbagai pesan moral yang sangat berguna bagi siapa saja, antara lain ajakan untuk selalu menjaga kebersihan, jujur dalam berdagang, serta ajakan untuk saling bekerja sama yang baik antar-pedagang maupun dengan para pembeli, sesuai moto ‘Pasare Resik, Atine Becik, Rejekine Apik, Sing tuku Ora Kecelik’.

“Dengan banyaknya pedagang pasar itu, tentunya banyak potensi yang bisa digali dari pedagang pasar itu sendiri. Nanti pada saat acara Gebyar Pasar, kita tidak perlu mendatangkan dari luar. Potensi dari pedagang pasar ini yang nanti kita jadikan hiburan untuk menghibur seluruh masyarakat,” ujar Ketua Panitia Pentas Seni Antar-Pasar Tradisional dari Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Supartomo.

Menurutnya, kegiatan ini menggali potensi pasar-pasar tradisonal yang tumbuh dari para pedagang pasar serta dapat mempromosikan masing-masing pasar serta meningkatkan rasa persaudaraan dan sosial di pasar.

Dirilis Humas Pemkot Yogyakarta, lomba pentas seni di Pasar Pathuk merupakan penyelenggaraan kali ketiga, setelah Pasar Beringharjo, Pasar Giwangan, dan Pasar Talok dengan jumlah peserta 25 kelompok kesenian.

Pendampingan Pasar Tradisional

BPS DIY mencatat, pada 2011, kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB DIY sebesar 8,91 persen lebih atau Rp4.395.608.000, khususnya kontribusi perdagangan besar dan eceran, menurut harga konstan tahun 2000.

Kontribusi tersebut datang dari kinerja dari pelaku usaha di sektor perdagangan, termasuk pedagang pasar tradisional. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM mencatat, jumlah pedagang pasar tradisional DIY cukup besar mencapai lebih dari 67.389 ribu orang yang tersebar di 333 pasar tradisional.

Tahun lalu, Dinas melakukan Pembinaan dan Pengembangan Pedagang Pasar Tradisional dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pedagang pasar tradisional dalam mengelola usahanya.

Selanjutnya, untuk meningkatkan omset penjualan yang pada gilirannya bisa meningkatkan pendapatan serta peningkatan taraf hidup pedagang pasar tradisional. Selain itu, untuk menambah wawasan dan pengetahuan agar dapat mengakses permodalan melalui perbankan.

Sasaran kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pedagang Pasar Tradisional adalah pedagang pasar tradisional yang menempati kios, los, atau bango. Jumlah pedagang pasar peserta pelatihan sebanyak 60 orang pedagang pasar tradisional setiap kabupaten/kota sehingga berjumlah 300 pedagang pasar tradisional. Materi pelatihan meliputi penataan lay out barang dagangan, pembukuan sederhana, pengelolaan keuangan, cara meningkatkan penjualan, serta cara mengakses modal.

Pasar Tradisional diharapkan lebih memiliki daya saing agar tetap hidup dan tidak ditinggalkan pelanggannya.