Husna Nadiyya, Hapal Quran dan Calon Dokter

Husna Nadiyya, Hafizah Calon Dokter. (Foto: Humas UII)
Husna Nadiyya, Hafizah Calon Dokter. (Foto: Humas UII)

Ngaglik, JOGJADAILY ** Muda, calon dokter, dan mampu menghapal 30 juz Al-Quran. Luar biasa, bukan? Ia adalah Husna Nadiyya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2013.

“Orangtua memang selalu memotivasi agar kami mampu menjadi para penghafal Quran. Sebab, ahli Quran itu kan dalam hadist Rasulullah disebut ahlullah (keluarga Allah),” ujar Husna, dirilis Humas UII, Senin (1/2/2016).

Kakak pertamanya yang telah lebih dahulu menjadi penghapal Al-Quran memotivasi Husna untuk terus menghapal Kitabullah. Tidak ada hari yang ia lalui tanpa menghapal Al-Quran.

“Saya sudah mulai menghapal Al-Quran sejak kecil. Namun usaha serius untuk itu baru benar-benar saya mulai ketika saya duduk di bangku SMP,” kenang anak tengah dari empat bersaudara itu.

Ketika itu, orangtua Husna mengirimkannya untuk tinggal di Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Jombang agar semakin tekun dalam menghapal Al-Quran. Sembari menimba ilmu tahfidz di pondok, ia menempuh pendidikan formal selama 6 tahun di sekolah setempat.

“Di pondok, kami memiliki jadwal khusus untuk menyetorkan hapalan, yakni setiap selesai Subuh dan Isya. Setiap tahun, santri ditargetkan hapal, minimal 1 juz,” terang gadis asal kota Bogor tersebut.

Ketekunan dan kesabaran, sambungnya, adalah kunci sukses merampungkan hapalan. Jadwal harian harus tertata rapi dengan alokasi waktu yang teperinci untuk tiap kegiatan. Husna mampu menyelesaikan hapalan Quran-nya dalam waktu 6 tahun.

Bagi gadis kelahiran 1995 ini, menghapal Al-Quran merupakan dedikasi yang menjadi lifetime passion baginya. Dengan menghapal ayat-ayat suci Al-Quran, ia yakin mendatangkan keberkahan dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhirat.

Masuk FK UII

Sementara perkenalan Husna dengan Fakultas Kedokteran UII berawal dari keinginannya untuk melanjutkan kuliah selepas lulus SMA.

“Saya memang memiliki ketertarikan di bidang medis. Sejak SMA sudah banyak berkecimpung dalam kegiatan palang merah remaja dan sejenisnya,” ucap mahasiswi semester V itu.

Kabar bahwa UII membuka jalur pendaftaran bagi para penghapal Quran menjadi berita gembira bagi Husna. Ia tidak menyia-nyiakannya dan langsung mendaftar untuk menjadi mahasiswa FK UII. Setelah melalui beberapa tahapan tes seleksi, Husna pun akhirnya diterima.

“Saya tentunya sangat bersyukur, karena dengan jalur ini, prestasi kami mendapat apresiasi dari UII. Apalagi UII juga memberi beasiswa bebas biaya pendidikan bagi para hafid dan hafizah,” tuturnya.

Rasa syukur Husna semakin bertambah, karena dengan ini, ia dapat meringankan beban kedua orangtuanya, mengingat biaya kuliah sebagai mahasiswa kedokteran termasuk tinggi.

FK UII termasuk salah satu fakultas di UII yang banyak menampung mahasiswa penghapal Quran. Jumlah mahasiswa penghapal Quran terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2013, ada 1 orang. Pada 2014, ada tambahan 3 orang mahasiswa hafid baru. Pada 2015, ada tambahan 5 mahasiswa hafid.