Karakter Cocok, Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub1 Dapat Optimalkan Mina Padi

Mina Padi Sleman. (Foto: Wikipedia/Kembangraps)
Mina Padi Sleman. (Foto: Wikipedia/Kembangraps)

Ngemplak, JOGJADAILY ** Udang Galah Padi (Ugadi) dan Ikan Padi (Mina Padi) berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. Kabarnya, sejumlah 26 negara berencana datang ke Sleman, untuk mempelajarinya langsung.

Peneliti dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPTP), Profesor Sarlan, mengatakan, Mina Padi sejak lama dikenal dan diterapkan petani di beberapa sentra produksi padi, terutama di Jawa. Meski demikian, beberapa komponen teknik budidayanya masih konvensional, sehingga produksinya masih dapat ditingkatkan.

“Ternyata, dengan teknologi yang tepat, Mina Padi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Produksi Mina Padi yang tinggi dapat diperoleh dengan tatakelola bertanam padi dan pemeliharaan ikan sesuai anjuran,” terangnya, dirilis Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Rabu (17/2/2016).

Menurutnya, faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya Mina Padi, antara lain sistem pengairan, varietas padi, sistem budidaya padi, jenis ikan, dan cara pengelolaan ikan.

“Karakter varietas padi yang cocok untuk Mina Padi adalah perakarannya dalam, batang kuat dan tidak mudah rebah, daun tegak, produksi tinggi, toleran genangan di awal pertumbuhan, tahan hama dan penyakit, dan rasa nasi sesuai selera petani,” papar Profesor Sarlan.

Varietas yang memiliki ciri-ciri tersebut, sambungnya, antara lain Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub1. Sementara ikan yang cocok untuk usahatani Mina Padi berciri laju pertumbuhan cepat, beradaptasi baik terhadap lingkungan, dan disukai masyarakat setempat.

Ikan Mas (Cyprinus carpio), Tawes (Puntius Javanicus), Nila (Tilapia nilotica), Gurami (Osphronemus gouramy), Lele dumbo (Clarias batrachus), udang tokal (Macrobrachium rosenbergii), dan ikan pemakan rumput lainnya (Grass carp), jelas Sarlan, merupakan jenis ikan yang cocok untuk dipelihara dalam Mina Padi.

Banyak Keuntungan

Teknologi Mina Padi merupakan salah satu subsistem usaha tani padi dan ikan di lahan sawah irigasi, bervariasi dari satu daerah ke daerah lain bergantung pada ketersediaan air, curah hujan, bibit ikan, dan pasar.

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh, yakni dua jenis pangan pokok, yaitu beras sebagai sumber karbohidrat dan ikan sebagai sumber protein, peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan, pemanfaatan lahan dan air secara optimal, peningkatan kesuburan tanah, pemutusan siklus biologis hama karena ikan, dan penurunan intensitas gulma sawah.

Selain itu, penanaman ikan di lahan sawah dapat memberi kesempatan kerja kepada anggota keluarga, penyediaan protein hewani, dan keseimbangan peranan laki-laki dan perempuan sepanjang tahun.

Triple Win

Representative Indonesia Food and Agriculture Organization (FAO), Mark Smulders, menilai, Mina Padi potensial dikembangkan. Menurutnya, Mina padi adalah program Triple Win (Tiga Kemenangan), karena adanya peningkatan produksi padi dan ikan. Selain itu, meningkatnya pendapatan dan kehidupan bagi para pembudidaya yang melaksanakan Mina Padi. Win ketiga, tersedianya nutrisi dan gizi bagi masyarakat untuk meningkatan protein dari ikan.

“FAO menggarisbawahi Triple Win ini supaya bisa dikembangkan di masa mendatang,” ujar Mark saat Panen Perdana Budidaya Mina Padi di Desa Kadangan Seyegan Sleman, Rabu (16/12/2015).

Ia menerangkan, kegiatan ini melebar ke 15 negara Asia Pasifik. Ia berharap Mina Padi dapat dikembangkan di berbagai negara.

“Program ini bisa meningkatkan semangat petani untuk menggunakan inovasi teknologi seperti yang diperkenalkan oleh Gubernur DIY, yaitu Among Tani,” ucap Mark.