Revitalisasi Pasar Kokap, Bupati Hasto: Pasar Tradisional Tidak Lagi Semerawut

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyapa pedagang Pasar Kokap. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyapa pedagang Pasar Kokap. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Kokap, JOGJADAILY ** Selama ini, sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa pasar tradisional adalah tempat yang kumuh, kotor, dan semerawut. Tidak demikian dengan Pasar Kokap. Setelah direvitalisasi, pasar tradisional andalan Kulon Progo tersebut kini bersih, teratur, dan rapi.

“Pasar Kokap yang sekarang ini sudah jauh lebih bagus dengan kondisi sebelumya, karena sudah lebih tinggi posisinya dibanding dengan jalan utama sebagai akses masuk pasar,” ujar Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, setelah meresmikan Pasar Kokap, Senin (15/2/2016), dirilis Pemkab Kulon Progo.

Ia berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya pelaksanaan revitalisasi pasar Kokap, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjual hasil bumi warga dan dibeli pula oleh warga setempat, sehingga sama-sama mendapatkan untung.

“Saya berharap pasar ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuan revitalisasi pasar, yakni untuk mengubah persepsi masyarakat yang selama ini bahwa pasar tradisional terkesan kumuh, kotor, dan semrawut. Dengan revitalisasi, diharapkan pasar menjadi bersih, teratur dan rapi,” papar Bupati Hasto.

Pada kesempatan itu, Dokter Hasto menyempatkan diri berkunjung secara langsung dan bertemu para pedagang di Pasar Raya Kokap. Sebagian besar pedagang merasa gembira dapat langsung berdialog dan bertatap muka dengan Bupati.

Swakelola

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kulon Progo, Sri Harmintarti, menyampaikan, Pasar Kokap dibangun dengan total dana Rp900 juta serta dilaksanakan swakelola agar kualitas bangunan dapat lebih baik dan warga merasa memiliki, karena dibangun oleh masyarakat sendiri.

Pekerjaan revitalisasi pasar dimulai 1 November 2015 dan berakhir 30 Desember 2015. Sistem pekerjaan swakelola dengan penyandang dana KUD Rejeki Mulyo. Penetapan volume pekerjaan sesuai acuan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang ditekankan Bupati Hasto untuk saling bekerja sama antara pihak pasar dengan Koperasi Unit Desa (KUD), sehingga program pemberdayaan koperasi melalui program pengembangan sarana dan prasarana jaringan usaha dapat berhasil,” terang Sri Harmintarti.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Hargorejo yang telah mengalokasikan dana untuk pengurukan tanah, sebagai dasar pasar, sehingga pasar menjadi lebih tinggi dari jalan yang ada dan menjadi lebih bagus.

Pihaknya berharap Kepada KUD Rejeki Mulyo dapat mengelola pasar dengan baik, agar program pemberdayaan koperasi melalui program pengembangan sarana dan prasarana jaringan usaha dapat berhasil.

“Dalam mengelola pasar oleh koperasi, omset koperasi meningkat; pasar lebih teratur bersih; pedagang dan pembeli nyaman dan aman,” ucap Sri.

Kepala Dinas juga berpesan Kepada KSU Perkasa wilis Sejati yang telah mendapatkan Program Penataan Retail UKM Mart agar dapat meningkatkan pelayanan maksimal kepada anggota dan masyarakat sekitar.

“Seperti harapan Bapak Bupati yang selalu ditekankan dan diulang-ulang bahwa koperasi harus bagus dan pengurusnya lurus, untuk dijadikan pedoman,” pungkasnya.