2015, Sektor Pertanian Sumbang PDRB Terbesar Sleman dan Serap Tenaga Kerja Terbanyak

Menteri Pertanian dan Bupati Sleman mencoba alat pertanian saat Panen Raya Candi Singo Madurejo Prambanan MT I 2016. (Foto: Humas Pemkab Sleman)
Menteri Pertanian dan Bupati Sleman mencoba alat pertanian saat Panen Raya Candi Singo Madurejo Prambanan MT I 2016. (Foto: Humas Pemkab Sleman)

Prambanan, JOGJADAILY ** Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pada 2015 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak mencapai 23,01 persen dari 1.063.984 jiwa penduduk Sleman. Sektor pertanian menjadi penyumbang PDRB terbesar, yaitu sebesar 13,15 persen.

Hasil pertanian padi pada 2015 mengalami surplus hasil produksi. Tahun 2014, hasil produksi sebesar 314.298 ton gabah kering giling dengan luas panen 52.232 Ha dan produktivitas 60,17 ku/Ha. Hasil produksi meningkat pada 2015 menjadi 328.683 ton gabah kering giling dengan luas panen 50.356 Ha dan produktivitas 66,91 ku/Ha.

“Walaupun luas panen pada tahun 2015 menurun dari tahun 2014, namun produksi padi yang dihasilkan justru mengalami peningkatan, karena produktivitas yang meningkat,” ujar Sri Purnomo saat Panen Raya warga Candi Singo, Madurejo, Prambanan, Rabu (2/3/2016), dirilis Humas Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sasaran luas panen padi tahun 2016, terang Bupati, pada Oktober-Maret 2015/2016 sebesar 26.181 Ha dan pada April-September 2016 sebesar 24.65 Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada Oktober-September sebesar 50.831 Ha.

Tambah Alat Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang turur menghadiri Panen Raya mengimbau pada warga masyarakat Candi Singo agar bergerak cepat dalam proses panen, untuk selanjutnya melakukan penanaman kembali, sehingga diharapkan ke depan, produksi pertanian dapat lebih meningkat.

Andi menginstruksikan agar menambah alat pertanian, mendukung proses pertanian di wilayah Madurejo Prambanan.

“Kami akan tambah satu mesin combine harvester, lima hand tractor, serta satu transplanter untuk mempermudah para petani dalam menggarap lahannya, sehingga diharapkan nantinya hasil pertanian dapat semakin optimal,” tandas Amran.

Tuwuh selaku perwakilan dari Kelompok Tani Sedyo Rukun Candi Singo mengungkapkan bahwa kurangnya pompa air terkadang menjadi kendala pertanian di wilayahnya.

“Kami hanya memiliki satu pompa air yang digunakan untuk 29 Ha areal pertanian. Pompa itu pun hasil swadaya masyarakat, dan selama ini kami mengambil airnya dari Kali Opak,” ungkap Tuwuh.

Menanggapi keluhan warga, Menteri Amran memerintahkan pada instansi terkait untuk memenuhi permintaan warga perihal pompa air.

“Saya sudah instruksikan kepada dinas terkait untuk menambah lima pompa air lagi,” tegasnya.

Kesejahteraan Petani Meningkat

Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani Indonesia pada 2016 mengalami peningkatan. Beberapa kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan petani, antara lain membenahi regulasi, pembatasan impor, perbaikan infrastruktur, dan pengendalian pasar.

Untuk permasalahan bantuan pengadaan alat, Kementerian Pertanian membuat regulasi Penunjukan Langsung, berbeda dengan kebijakan terdahulu yang menggunakan tender dan dapat memakan banyak waktu.

“Ini kekeliruan yang fatal selama 70 tahun Indonesia merdeka. Sekarang tidak ada tender, langsung kirim. Kualitasnya lebih terjamin dan harganya lebih murah karena langsung ke pabrik,” kata Mentan.

Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan meminta ketegasan hukum dalam memberantas kartel. Ia meminta jajaran kepolisian untuk bertindak tegas terhadap para penimbun beras.

“Harga beras di pasar-pasar besar meningkat, di tengah El Nino. Satu tahun pemerintah tidak ada impor, hitung-hitungan kami, tak ada beras impor di lapangan,” pungkasnya.