Panen Perdana Giripeni Wates, Mentan: Biaya Produksi Turun Generasi Muda Turun ke Sawah

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencoba alat pertanian di Giripeni Wates Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencoba alat pertanian di Giripeni Wates Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, biaya produksi pertanian yang dapat diturunkan dengan alat pertanian berteknologi modern, akan membuat generasi muda mau turun, menggarap sawah.

“Dengan menurunkan biaya produksi maka petani akan semakin kuat, generasi muda mau turun ke sawah,” ujarnya saat panen perdana padi masa tanam pertama 2015-2016, di Kelompok Tani Sideman Makmur Giripeni Wates, Selasa (1/3/2016), dirilis Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Untuk menyukseskan program pertanian, Kementerian Pertanian melibatkan 8.700 mahasiswa, LSM, dan berbagai organisasi pertanian yang ada.

Penggunaan peralatan pertanian, mulai alat tanam, alat pengolah sawah, dan alat panen yang menggunakan alat teknologi modern diharapkan dapat menekan biaya produksi hingga 40-50 persen, dan Indonesia dapat menghemat puluhan triliun rupiah.

Amran menegaskan, terus berusaha agar petani di Indonesia menjadi petani produktif, terus bekerja, dan menjadi petani modern yang kuat.

“Kami butuh bagaimana petani kita produktif, petani kita kerja,” katanya.

Berbagai hal terus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, antara lain memberi alat produksi.  Di samping itu, memberikan harga yang dapat dinikmati petani, melakukan perbaikan irigasi, menganjurkan petani agar menggunakan bibit unggul, dan sebagainya.

“Dan ini bisa dinikmati petani,” tandasnya.

Mentan menyampaikan kabar gembira bahwa di pasaran yang biasanya pada Januari-Februari harga beras naik 30 persen, tapi tahun ini, justru turun 20-30 persen. Penurunan harga tersebut tidak pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir.

“Tapi banyak yang tidak senang jika pertanian kuat, khususnya beras,” Menteri Amran mengingatkan.

Kabar paling menggembirakan menurutnya adalah banjir beras di pasar-pasar di saat musim paceklik.

Hemat Anggaran

Ia menekankan, saat ini, pihakya terus berupaya menghemat anggaran kementerian hingga triliunan rupiah, untuk dialihkan kepada para petani.

Kepada para pejabat, ia meminta untuk serius bekerja, tidak hanya memikirkan jabatan. Karena, kalau hanya memikirkan jabatan, pasti tidak tenang menjadi pejabat.

“Enggak bisa kerja, minggir dulu,” ucap Amran.

Pada kesempatan panen perdana, bersama Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, Mentan berkesempatan mencoba alat panen padi.

Wabup menyampaikan beberapa program yang telah dilakukan Pemkab Kulon Progo, seperti pembelian beras petani oleh PNS, kerja sama Gapoktan dengan Bulog, pembuatan beras premium Melati Menoreh (Menor), dan beberapa program peningkatan swasembada.