Peringatan SO 1 Maret, Danang Munandar: Bukti Yogyakarta Rela Berkorban untuk NKRI

Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)
Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)

Godean, JOGJADAILY ** Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar, berpandangan, Peringatan Serangan Oemoem (SO) 1 Maret tahun ini dapat menjadi pengingat dan bukti bahwa masyarakat Yogyakarta rela berkorban untuk Republik Indonesia.

“Kebijaksanaan mulia pihak Kraton Ngayogyakarta dan dukungan ikhlas warga Yogyakarta berbuah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Potret unik dan penuh jiwa pengorbanan praktik bernegara kita,” ujarnya, Selasa (1/3/2016), di kantornya.

Serangan Umum 1 Maret 1949, sambungnya, memiliki nilai diplomasi internasional yang sangat tinggi. Serangan tersebut membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI dan Republik Indonesia eksis.

“Saya tidak bisa membayangkan, semisal SO 1 Maret itu tidak digelar. Posisi Indonesia dalam perundingan yang ketika itu berlangsung di Dewan Keamanan PBB bisa melemah. Beruntung, kita punya pemimpin yang trengginas didukung masyarakat yang paham akan pentingnya berjuang,” terang lelaki kelahiran Kebumen ini.

Menurut Danang, impak SO 1 Maret yang begitu besar pada dukungan dunia internasional akan kemerdekaan Indonesia menempatkan Yogyakarta sebagai daerah dengan peranan penting. Wajar bila kemudian ada keistimewaan Yogyakarta.

“Kontribusi Yogyakarta untuk Indonesia di pentas internasional berlanjut dengan peranan kampus-kampus seperti UGM, UII, dan UMY yang bervisi global. Kampus-kampus tersebut layak dibanggakan Indonesia sebagai pihak yang juga berperanan besar bagi eksistensi Indonesia di mata dunia,” papar Danang.

Belakangan, tambahnya, banyak pula perwakilan negara-negara di dunia yang berkunjung ke Yogyakarta dan menyatakan keinginan bekerja sama dalam berbagai hal. Bagi Danang, Yogyakarta terbukti eksis di dunia internasional.

“Mari berbangga menjadi warga Yogyakarta. Karena, leluhur kita telah memberi arti besar bagi tegaknya NKRI. Bagi kita hari ini, mari melanjutkannya dengan terus berkontribusi bagi kemaslahatan Republik dengan sumberdaya alam melimpah ini,” pungkas Danang.

Tirakatan

Kemarin, tepatnya Senin Malam (29/2/2016), dilaksanakan Tirakatan dalam rangka Peringatan SO 1 Maret di Kompleks Monumen SO1 Maret Yogyakarta. Sekira 600 orang tamu undangan hadir untuk merefleksikan momentum bersejarah itu.

Acara dimulai selepas pukul 20.00. Semua tamu undangan telah berkumpul di depan Monumen SO1 Maret Kawasan Nol Kilometer.

“Tirakatan dalam rangka Peringatan SO 1 Maret menjadi momen perenungan dan refleksi seluruh masyarakat. Para pejuang telah menunjukkan semangat dan rela mengabaikan kepentingan sendiri demi bangsa dan negara. Bahkan pejuang menunjukkan rela kehilangan nyawa. Ini yang perlu kita refleksikan,” ujar Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan, masyarakat dan para pemimpin saat ini perlu meresapi dan mewarisi semangat kepahlawanan SO 1 Maret. Secara riil, teladan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.