Pilkada 2017, Bagus Sarwono: Bawaslu DIY Siap Awasi Ketat Semua Tahapan

Personel Bawaslu DIY tengah melaksanakan upacara bendera. (Foto: Bawaslu DIY)
Personel Bawaslu DIY tengah melaksanakan upacara bendera. (Foto: Bawaslu DIY)

Kotagede, JOGJADAILY ** Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 15 Februari 2017 sebagai hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak gelombang kedua. Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menyatakan kesiapannya mengawasi semua tahapan dengan ketat.

Dalam rangka persiapan pengawasan pelaksanaan tahapan Pilkada tahun 2017 di DIY, Bawaslu DIY mulai melakukan langkah-langkah, khususnya mengenai peraturan-peraturan yang nantinya diperlukan dalam proses seleksi Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada untuk Kulon Progo dan Kota Yogyakarta.

“Untuk persiapan pembentukan Tim Seleksi/Timsel Pemilihan Panwas Pilkada tahun 2017 dijadwalkan sekitar awal bulan Maret 2016 sudah akan dilaksanakan,” ujar Komisioner Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Selanjutnya, akan ada revisi terkait pedoman pembentukan Timsel. Rencananya, akan ada rekomendasi salah satu dari lima orang anggota Timsel Bawaslu Pusat untuk mengontrol proses seleksi Panwas agar makin independen.

“Hal ini dikarenakan pada proses seleksi Panwas sebelumnya ditemukan adanya Timsel yang diindikasikan tidak independen, sehingga menimbulkan masalah,” ungkap Bagus.

Dijelaskan pula, dari komposisi Timsel yang makin baik, diharapkan hasil seleksi Panwas yang dihasilkan juga akan semakin baik.

“Terkait hal tersebut maka akan dilakukan sosialisasi penjaringan bakal calon anggota Panwas secara masif agar nantinya, bakal calon Panwas yang mendaftar kualitasnya makin baik, sehingga pilihannya makin banyak,” papar anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) DIY tersebut.

Bagus Sarwono (kanan) bersama Ketua Bawaslu RI, Muhammad, saat menerima penghargaan Bawaslu Award. (Foto: Bawaslu DIY)
Bagus Sarwono (kanan) bersama Ketua Bawaslu RI, Muhammad, saat menerima penghargaan Bawaslu Award. (Foto: Bawaslu DIY)

Sementara itu, keluarga besar Bawaslu DIY juga tengah berbahagia, karena baru saja mendapatkan penghargaan dalam acara Bawaslu RI Award di Jakarta baru-baru ini.

“Alhamdulillah dapat award kategori Pengawasan Partisipatif. Sebelumnya juga dapat, dalam kategori yang sama pada saat Pileg dan Pilpres 2014,” pungkas Bagus dengan bangga.

Partisipasi Pemilih

Pada kesempatan dan tempat berbeda, Direktur Pandiva Strategic, Danang Munandar, berpandangan, peran pemilih dalam Pilkada 2017 sangatlah signifikan, karena merupakan faktor penentu keberhasilan dan kualitas.

Menurutnya, kuantitas pemilih yang merupakan partisipasi pemilih untuk menyalurkan pilihannya perlu dioptimalkan dalam rangka menunjang legalitas kepala daerah terpilih.

“Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPUD sebaiknya lebih agresif menyasar pemilih pemula,” ujarnya, Rabu (17/2/2016), di kantornya, Godean.

Menurutnya, pemilih pemula lebih rasional dalam berpolitik, karena terpelajar dan masih muda. Di samping itu, mereka akan cenderung berpartisipasi aktif dalam Pilkada.

Selain itu, sambungnya, pendataan pemilih secara administratif perlu ditingkat kualitasnya. Warga yang berhak sebagai pemilih harus terdata. Bagi yang tidak mempunyai hak memilih, jangan sampai terdaftar. Hal ini akan menjadi tolak ukur yang valid, terkait partisipasi pemilih.

“Pemilu yang sudah berulang kali dilaksanakan, baik itu tingkat nasional maupun daerah, semestinya menjadi pelajaran yang berharga untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraanya,” tutur pria kelahiran Kebumen itu.

Ia menambahkan, dalam upaya menyasar pemilih pemula, KPUD dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengkondisikan siswa sekolah yang telah mempunyai hak pilih agar berpartsipasi aktif dalam Pilkada.

“Tapi tentunya, tanpa ditungganggi kepentingan politik tertentu,” pungkasnya.