Awasi Tahapan Pilkada 2017, Bawaslu DIY Bentuk Timsel Panwas Kabupaten/Kota

Rapat Pleno Bawaslu DIY menentukan 3 orang Timsel Panwas Kabupaten/Kota. (Foto: Simpul Oktavianto)
Rapat Pleno Bawaslu DIY menentukan 3 orang Timsel Panwas Kabupaten/Kota. (Foto: Simpul Oktavianto)

Kotagede, JOGJA DAILY ** Pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2017 di DIY, ada dua daerah yang akan melaksanakannya, yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo. Dalam waktu dekat, Bawaslu DIY akan membentuk Panitia Pengawas atau Panwas Kab/Kota.

Dalam proses pembentukan ini, merujuk pada Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panwas dan Edaran yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI, Bawaslu DIY membentuk Tim Seleksi (Timsel) yang terdiri dari tiga orang. Ketiga orang Timsel ini berasal dari unsur Akademisi, Profesional dan/atau Tokoh Masyarakat yang memiliki integritas.

Demikian perkembangan persiapan pengawasan tahapan pilkada yang disampaikan oleh Komisioner Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, baru-baru ini melalui wawancara khusus di kantornya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa Timsel bertugas untuk melakukan Penjaringan dan Penyaringan calon Panwas Kota Yogyakarta dan Panwas Kabupaten Kulonprogo.

“Penjaringan adalah proses untuk mencari sebanyak-banyaknya peserta yang memenuhi syarat sebagai calon Panwas Kabupaten/Kota. Penyaringan adalah proses untuk menyeleksi dan mengeliminasi peserta melalui tahapan-tahapan tertentu yang output-nya adalah 6 besar calon anggota Panwas di masing-masing Kabupaten/Kota,” papar Bagus yang belum lama ini menerima penghargaan/award dari Bawaslu RI.

Pimpinan Bawaslu DIY telah melakukan Rapat Pleno dan menentukan 3 orang Timsel tersebut yaitu Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, SIP., MPP (Akademisi-dosen FISIPOL UGM); Sri Hastuti Puspitasari, SH., MH (Akademisi-Dosen FH UII); dan Drs. Octo Lampito, M. Pd (Pekerja Media-Profesional). Kemudian Timsel telah melakukan Pleno menentukan Ketua dan Sekretaris dengan hasil yaitu Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, SIP., MPP selaku Ketua dan Sri Hastuti Puspitasari, SH., MH selaku sekretaris Timsel.

Selanjutnya, dalam waktu dekat Timsel akan membuat Pengumuman Pendaftaran dan menerima pendaftaran secara terbuka.

“Timsel diberikan kewenangan menyeleksi melalui 3 tahap yaitu tahapan seleksi administrasi, Tes Tertulis dan Tes Wawancara,” tambahnya yang sekaligus sebagai Koordiv Organisasi dan SDM Bawaslu DIY.

Output akhir dari kerja Timsel ini yaitu berupa 6 besar calon anggota Panwas yang akan mengikuti satu proses seleksi lagi yaitu uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Bawaslu DIY. Hasil dari uji kelayakan dan kepatutan ini adalah berupa 3 nama Anggota Panwas Kota Yogyakarta Terpiilih dan 3 orang Anggota Panwas Kabupaten Kulonprogo Terpilih.

Bawaslu DIY menargetkan pada akhir Mei 2016 sudah terpilih Panwas di dua daerah tersebut. Untuk selanjutnya akan dilantik sebagai Anggota Panwas Kota Yogyakarta dan Panwas Kabupaten Kulonprogo pada akhir Mei 2016 atau Awal Juni 2016.

Partisipasi Pemilih

Pada kesempatan dan tempat berbeda, Direktur Pandiva Strategic Jogja, Danang Munandar, berpandangan, peran pemilih dalam Pilkada 2017 sangatlah signifikan, karena merupakan faktor penentu keberhasilan dan kualitas.

Menurutnya, kuantitas pemilih yang merupakan partisipasi pemilih untuk menyalurkan pilihannya perlu dioptimalkan dalam rangka menunjang legalitas kepala daerah terpilih.

“Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPUD sebaiknya lebih agresif menyasar pemilih pemula,” ujarnya belum lama ini di kantornya, Godean, Sleman.

Menurutnya, pemilih pemula lebih rasional dalam berpolitik, karena terpelajar dan masih muda. Di samping itu, mereka akan cenderung berpartisipasi aktif dalam Pilkada.

Selain itu, sambungnya, pendataan pemilih secara administratif perlu ditingkat kualitasnya. Warga yang berhak sebagai pemilih harus terdata. Bagi yang tidak mempunyai hak memilih, jangan sampai terdaftar. Hal ini akan menjadi tolak ukur yang valid, terkait partisipasi pemilih.

“Pemilu yang sudah berulang kali dilaksanakan, baik itu tingkat nasional maupun daerah, semestinya menjadi pelajaran yang berharga untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraanya,” tutur pria kelahiran Kebumen itu.

Ia menambahkan, dalam upaya menyasar pemilih pemula, KPUD dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengkondisikan siswa sekolah yang telah mempunyai hak pilih agar berpartsipasi aktif dalam Pilkada.

“Tapi tentunya, tanpa ditungganggi kepentingan politik tertentu,” pungkasnya.