Commandho Muja-Muju, Komunitas Rescue Tangguh Bermula dari Bankom

Bakti Sosial Commandho pengiriman air bersih ke Kulon Progo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)
Bakti Sosial Commandho pengiriman air bersih ke Kulon Progo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Kata komando identik dengan militer. Namun, tidak bagi mereka yang biasa nongkrong di Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, terutama RW 12. Kata komando dijabarkan dalam sebuah komunitas gabungan anak muda dan orangtua yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.

Adalah Commandho atau akronim dari Komunitas Muja-Muju & Sukudholl yang beralamat basecamp di Muja Muju UH II/830 RT 043 RW 012. Awalnya, komunitas ini terbentuk karena kegelisahan sebagian masyarakat terkait persoalan sosial yang berkembang di perkotaan.

Adanya kumpulan anak muda yang hobi nongkrong, persoalan kenakalan remaja, hingga berkembang ke arah kurangnya rasa kepedulian kepada sesama. Orang cenderung acuh terhadap lingkungan dan berkurangnya rasa solidaritas antar sesama.

Hal tersebut membuat sebagian masyarakat berpikir untuk membentuk suatu komunitas yang akan menjembatani keinginan dan kebutuhan masyarakat. Di satu sisi, keinginan anak muda yang suka nongkrong tetap dapat dilakukan, namun menjadi terarah. Sementara di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan adanya suatu komunitas yang bernilai positif dapat terpenuhi.

Terbentuklah Commandho. Untuk permulaan, komunitas ini bergerak di bidang sosial melalui radio komunikasi atau Bantuan Komunikasi (Bankom) yang memberikan informasi tentang peristiwa di wilayah RW 12, baik berita lelayu, keadaan gawat darurat, keamanan, hingga peristiwa bencana.

Lebih lanjut, saat terjadi kekeringan di Gunungkidul, Commandho berinisiatif melakukan pengiriman tangki air untuk memenuhi kebutuhan air di beberapa kecamatan di Gunungkidul sebagai bagian kegiatan Bakti Sosial.

Commandho lantas sering terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di tingkat RW hinggga kelurahan. Belum lama ini, mereka berpartisipasi dalam kegiatan Lomba Bidang Kesehatan Tahun 2016 di Kelurahan Muja-Muju sebagai tim keamanan dan pengawalan tim juri saat kunjungan lapangan di RW 12.

Komunitas Rescue

Dalam perjalanannya, Commandho telah berkembang menjadi komunitas rescue tanpa menghilangkan fungsi sosial mereka. Tentu saja dibutuhkan keahlian dan kemampuan tertentu untuk menjadi tim rescue.

Personel Commandho telah dilibatkan melalui berbagai macam pelatihan yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, BASARNAS, TAGANA, hingga BPBD DIY. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, personel Commandho memiliki kemampuan khusus dalam hal penyelamatan korban, baik di laut maupun di darat.

Commandho bahkan telah sering mengirimkan personelnya saat terjadi bencana di luar daerah, seperti bencana longsor di Banjarnegara, hingga saat terjadi erupsi Merapi.

Komunitas tersebut acapkali dipercaya BPBD Kota Yogyakarta dan BASARNAS untuk membantu penanganan keadaan gawat darurat maupun saat terjadi bencana di dalam atau di luar Yogyakarta. Di beberapa kelurahan di Kota Yogyakarta, Commandho telah menjadi bagian dari pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB).

“Kita sering dimintai bantuan terkait penanganan bencana dan keadaan gawat darurat oleh BPBD Kota maupun BASARNAS. Selama ini, kerja sama dengan kedua instansi itu relatif sering dilakukan, baik dalam kondisi darurat maupun saat adanya pelatihan yang diadakan BPBD Kota maupun BASARNAS,” ujar Sekretaris Commandho, Agus Almakin, belum lama ini.

Menurutnya, Commandho juga menyediakan diri apabila sewaktu-waktu Kampung Tangguh Bencana membutuhkan bantuan.

Para personel Commandho diberikan kemampuan bagaimana melatih dan menyiapkan orang lain dalam kondisi gawat darurat. Minimal, orang yang dilatih untuk mampu menyelamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain.

Dengan adanya komunitas seperti Commandho, akan memperkaya komunitas yang ada di Kota Yogyakarta. Karena, selama ini, komunitas yang dikenal masyarakat hanya komunitas seni budaya maupun komunitas pelajar atau mahasiswa. Masih sangat jarang ekspose tentang komunitas yang bergerak di berbagai bidang. Tak hanya sosial, tetapi juga rescue.

Dukungan peralatan rescue yang diperoleh dengan cara  pembelian sendiri menggunakan iuran anggota Commandho menambah kesan bahwa komunitas ini bukan komunitas biasa. Keberadaan alat-alat rescue itu akan sangat mendukung operasional saat dibutuhkan dan menunjukkan profesionalisme kerja Commandho.