Jelang Ramadhan 1437 H, Surplus Beras Kabupaten Sleman 201.491 Ton

Pengukuhan dan Gelar Potensi Produk Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan UPT BP3K V Pakem. (Foto: Humas Pemkab Sleman)
Pengukuhan dan Gelar Potensi Produk Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan UPT BP3K V Pakem. (Foto: Humas Pemkab Sleman)

Godean, JOGJADAILY ** Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1437 H, Kabupaten Sleman mengalami surplus ketersediaan bahan pangan pokok. Hingga Mei 2016, surplus beras di Kabupaten Sleman mencapai 201.491 ton.

Sasaran luas panen padi tahun 2016, tercatat pada Oktober-Maret 2015/2016 sebesar 26.181 Ha dan April-September 2016 sebesar 24.65 Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada Oktober hingga September sebesar 50.831 Ha.

“Hingga Bulan Mei 2016, cadangan pangan pemerintah daerah mencapai 27,850 ton beras, sedangkan cadangan pangan masyarakat mencapai 112 ton GKG (Gabah Kering Giling),” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo saat Launching Pemasaran Beras dari Gapoktan ke Toko Tani Indonesia, Rabu (2/6/2016), di Gancahan, Sidomulyo, Godean, dirilis Humas Pemkab Sleman.

Menurutnya, penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) telah didistribusikan kepada sejumlah Gapoktan di Kabupaten Sleman.

“LDPM Pra Penumbuhan melalui bantuan Sosial APBD DIY telah disalurkan pada tiga Gapoktan, yakni Gapoktan Peduli Tani-Prambanan, Gapoktan Ngudi Lestari-Pakem masing-masing sebesar Rp20 juta pada 2012 dan Gapoktan Sumber Makmur-Prambanan sebesar Rp20 juta pada 2015,” tuturnya.

Sementara Bantuan APBN, sambungnya, telah didistribusikan kepada 18 gapoktan mulai 2009 hingga 2015. Bantuan LDPM diberikan secara bertahap, yakni tahap penumbuhan kepada 2 gapoktan pada 2016 sebesar Rp150 juta.

Tahap berikutnya, yakni tahap pengembangan, telah disalurkan bagi 2 gapoktan melalui Bansos 2015 sebesar Rp. 150 juta, dan bantuan pemerintah sebesar Rp. 50 juta. Tahap akhir, yakni tahap kemandirian didistribusikan kepada 15 gapoktan mulai dari tahun 2009 hingga 2015.

Sri Purnomo mengungkapkan, untuk komoditas bahan pokok lain seperti kacang tanah mengalami surplus sebesar 6.564 ton, cabe merah surplus mencapai 10.633 ton, daging sapi surplus mencapai 417 ton, daging ayam sebesar 18.501 ton, dan telur ayam surplus sebesar 15.687 ton.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, Aroofa Noor Indriani, membenarkan bahwa secara umum, kondisi ketersediaan pangan DIY saat ini dalam kondisi memadai. Menurutnya, berdasarkan angka prediksi tahun 2016, ketersedian beras dari produksi di DIY sebesar 515.824 ton.

“Untuk peningkatan ketersediaan pangan dan cadangan pangan pemerintah daerah tersedia 222 ton cadangan pangan dalam bentuk beras. Untuk Sleman sendiri, disediakan 27 ton,” ucapnya.

Gunakan Teknologi Pertanian

Sebelumnya, saat Pengukuhan dan Gelar Potensi Produk Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan UPT BP3K V Pakem, Selasa (31/5/2016), Bupati Sleman berharap agar petani melakukan inovasi dan menambah pemahaman informasi terhadap teknologi pertanian untuk meningkatkan produk lokal serta memberikan nilai tambah.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini ,kemajuan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan adopsi dan inovasi teknologi masyarakat dalam budidaya pertanian dan budidaya pasca-panennya,” tandasnya.

Pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian, lanjutnya, akan memberikan nilai tambah dan efisiensi dalam bekerja di sektor pertanian.

“Ini merupakan langkah kita untuk bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, sehingga pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian akan memberikan keuntungan yang lebih besar kepada masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Ia mengajak masyarakat untuk terus berinovasi mengembangkan produk lokal.