Pak Abu, Pakan Ayam Anti Bau Berbahan Dasar Rempah-Rempah

Kemasan Pak Abu siap dipasarkan. (Foto: Humas UNY)
Kemasan Pak Abu siap dipasarkan. (Foto: Humas UNY)

Depok, JOGJADAILY ** Karena permintaan daging ayam yang terus meningkat dari waktu ke waktu, kini banyak dijumpai usaha peternakan ayam broiler. Sayangnya, warga di sekeliling kandang sering kali terganggu karena bau kandang yang menyengat. Lantaran itu pula, kawanan lalat juga sering berbaur, dan semakin menambah kekhawatiran akan higienitas produk.

Adalah Pak Abu, atau akronim dari Pakan Ayam Anti Bau, solusinya. Pakan ayam broiler ini berbahan dasar rempah-rempah, yaitu kunyit, jahe, lengkuas, dan lempuyang.

“Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah didapatkan dan telah teruji mampu menghilangkan bau kotoran ayam dan meningkatkan bobot ayam,” ujar salah satu penemunya, Pony Salimah Nurkhaffah, dirilis Humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (13/6/2016).

Mahasiswa FMIPA UNY ini tak sendiri. Pony berkolaborasi dalam tim bersama Listia Palupi Wisnu Aji (Pendidikan Matematika), Akmala Fauziyah (Pendidikan Teknil Sipil & Perencanaan), Amaliyah Rahayu (Pendidikan Biologi), dan Elsa Aviventi (Pendidikan Kimia).

“Target pemasaran produk Pak Abu adalah peternak ayam broiler. Pakan rempah-rempah alami, solusi mengatasi bau kotoran ayam broiler,” terang Pony.

Proses pemasaran Pak Abu, sambungnya, dipasarkan melalui beberapa cara, di antaranya promosi pada peternak ayam broiler di berbagai daerah, situs web atau internet, penyebaran brosur dan banner, kerja sama dengan toko-toko pakan ternak, dan door to door.

Ia menjelaskan, kunyit, jahe, lengkuas, lempuyang, termasuk rempah-rempah yang banyak ditemui. Selain digunakan untuk memasak, rempah-rempah tersebut banyak dimanfaatkan untuk pembuatan obat herbal dari berbagai macam penyakit.

“Sedangkan bahan seperti bekatul, jagung, ampas kelapa, banyak dimanfaatkan orang untuk pakan ternak,” kata Pony.

Pak Abu dibuat dengan mengupas kunyit, jahe, lengkuas, dan lempuyang, kemudian diiris tipis-tipis. Irisan itu dijemur selama 1-2 hari, hingga kering. Setelah itu, diblender secara terpisah.

Selanjutnya, bahan dari jagung digiling dalam bentuk kasar. Ampas kelapa disangrai sampai kering dan berwarna kecoklatan.  Semua bahan lalu dicampur dengan komposisi tertentu, lantas diberi air pada campuran semua bahan dan diaduk hingga merata.

Adonan pakan kemudian digiling menggunakan mesin penggiling pakan. Terakhir, pakan dikeringkan menggunakan oven kompor.

Produksi Pakan Ternak Meningkat

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan) memproyeksikan, peningkatan produksi pakan sektor peternakan pada 2016 mencapai 18,37 juta ton. Artinya, terdapat proyeksi peningkatan produksi pakan ternak tahun ini sebesar 2 juta ton. Pada 2015, produksi pakan ternak baru sebesar 16,72 juta ton.

Produksi pakan ternak yang meningkat tentu saja berbanding lurus pada peningkatan kebutuhan peternak akan pakan ternak. Peluang Pak Abu untuk menembus pasar, sangatlah besar. Dengan kelebihannya, Pak Abu dapat menjadi pakan alternatif pada awalnya, dan pakan utama pada tahap selanjutnya.