Wisata Pantai dan Camilan Walang Goreng, Pilihan Favorit Pemudik Gunungkidul

Walang goreng Gunungkidul. (Foto: Indyamitha WordPress)
Walang goreng Gunungkidul. (Foto: Indyamitha WordPress)

Wonosari, JOGJADAILY ** Selain bersilaturahmi kepada sanak saudara, Hari Raya Idul Fitri biasanya dijadikan waktu yang tepat untuk berekreasi. Bagi pemudik Gunungkidul dan sekitarnya, wisata pantai dan camilan walang goreng menjadi pilihan favorit.

“Beli sudah 20 toples. (Sebanyak) 7 toples buat camilan di rumah, sisanya nanti dibawa pulang ke Ciledug. Sebagian besar orang yang pernah mencicipi belalang goreng mengatakan bahwa rasa belalang hampir mirip dengan rasa udang,” ujar pemudik asal Ciledug Tangerang, Suharto, dirilis Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Minggu (10/7/2016).

Penjual walang goreng dapat dijumpai di sepanjang Jalan Karangmojo-Semin, Wonosari-Semanu, maupun jalan-jalan menuju obyek wisata.

Setidaknya, ada tiga macam rasa makanan khas Gunungkidul tersebut, yaitu original (gurih), bacem (manis), dan pedas. Ada walang yang sudah digoreng, ada pula yang masih hidup. Walang yang sudah digoreng, harga per toplesnya berkisar Rp35 ribu, sedangkan walang yang masih hidup, per ekornya hanya Rp500.

Kebanyakan, peminat walang goreng adalah warga luar Gunungkidul. Sementara pemudik asal Gunungkidul membelinya sebagai obat kangen, setelah lama merantau.

Wisata Pantai

Memasuki H+5 Hari Raya Idul Fitri 1437 H, arus wisatawan ke Gunungkidul masih ramai. Sehari sebelumnya, terjadi puncak kunjungan wisatawan.

Pengunjung didominasi plat kendaraan luar daerah, seperti B, D, S, dan plat luar daerah dari Jawa Tengah maupun Yogyakarta.

“Tercatat dalam data retribusi, sampai dengan H+4 sebanyak 160 ribu pengunjung yang masuk di kawasan wisata Gunungkidul, dan kebanyakan berasal dari luar daerah,” ucap Kepala Bidang Pengembangan Hasil Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul, Hary Sukmono.

Disbudpar Gunungkidul menyuguhkan berbagai kesenian di beberapa obyek wisata, di antaranya di Pantai Sundak, Pantai Ngobaran, Krakal, Kali Suci, dan Sri Getuk.

“Kesenian yang kami tampilkan antara lain Campursari dan Jathilan,” kata Hary.

Pertunjukan tersebut digelar 7-10 Juli 2016. Dalam memberikan pelayanan agar para wisatawan nyaman, kerja sama dilakukan dengan Dishubkominfo, Satpol PP, BPBD, TNI, Polri, dan Senkom.

Sampai dengan Minggu (10/7/2016), khususnya di obyek wisata pantai, tidak terjadi kecelakaan. Meski demikian,  Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap mengimbau para wisatawan agar tetap berhati-hati.