Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Global, BLH Kota Yogyakarta Gelar Lomba Kampung Hijau

Peniaian Lomba Lintas Hijau 2016 Kecamatan Tegalrejo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)
Peniaian Lomba Lintas Hijau 2016 Kecamatan Tegalrejo. (Foto: R. Kurniawan Sapta Margana)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta berencana mengadakan Lomba Kampung Hijau dan Bank Sampah Tahun 2016. Selain mengundang partisipasi warga, lomba ini merupakan turunan dari Program Kampung Iklim (Proklim) yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

“Program Kampung Hijau adalah turunan dari Program Kampung Iklim (Proklim) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, dan pelaksanaannya mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 tentang Program Kampung Iklim,” ujar Kepala BLH Kota Yogyakarta, Suyana, dalam Rapat Koordinasi Penilaian Kampung Hijau dan Bank Sampah Tahun 2016, di Ruang Bayu BLH, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, pembangunan Kota Yogyakarta berawal dari kampung, sehingga kampung akan berdaya. Kelak, dengan keberhasilan Program Kampung Hijau di Kota Yogyakarta, masyarakat yang berada di kampung-kampung akan hidup nyaman dan kampung akan dapat bertahan terhadap dampak perubahan iklim global.

“Dengan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), diharapkan menjadi sarana keluarga untuk berinteraksi sosial, dan bagi anak-anak, sebagai tempat berkumpul dan bermain. Bank sampah juga merupakan salah satu sarana menagatasi dampak lingkungan. Pengelolaan sampah melalui bank sampah akan mengurangi volume sampah dan memiliki dampak ekonomi bagi pengelolanya,” terangnya.

Lomba atau Evaluasi Kampung Hijau dan Bank Sampah Tahun 2016, bertujuan agar Proklim dikenal masyarakat di tingkat bawah dan terbentuk efek domino terhadap Program Kampung Hijau.

“Dengan adanya Lomba/Evaluasi ini, diharapkan masing-masing Rukun Warga (RW) memiliki greget yang sama untuk membangun kampung hijau. Yang tahun ini menjadi wakil Lomba Kampung Hijau di tingkat kelurahan, ke depan akan menularkan semangatnya ke RW yang lain,” ungkap Suyana.

Dasar Penilaian

Empat komponen penilaian Lomba Kampung Hijau Tahun 2016, yaitu komponen fisik, komponen manajemen, komponen peran serta masyarakat, dan komponen budaya/tradisi/adat. Komponen penilaian mengacu kepada buku Panduan Kampung Hijau yang diterbitkan oleh BLH. Buku tersebut merupakan petunjuk teknis bagaimana membentuk Kampung Hijau di Kota Yogyakarta.

Dalam empat komponen tersebut, masing masing memiliki sub-komponen penilaian. Masing-masing sub-komponen memiliki nilai dari 1 hingga maksimal 3. Tujuan akhirnya bukan memaksa RW harus memiliki atau memenuhi unsur penilaian agar menjadi juara, tapi yang terpenting, adalah proses kesadaran masyarakat untuk membangun Kampung Hijau.

Oleh karena itu, nilai maksimal per sub-komponen hanya 3, dan kalau pun di RW tersebut tidak memiliki sub-komponen penilain yang dimaksud, akan tetap diberi nilai 1.

Sementara untuk penilaian Bank Sampah, enam komponen yang dinilai, yaitu kegiatan bank sampah, komponen sarana dan prasarana bank sampah, organisasi dan manajemen, komponen partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, komponen kondisi lingkungan, dan komponen inovasi bank sampah yang salah satunya terkait dengan pemanfaatan sampah dengan ecobrick.

Kesiapan Kecamatan Tegalrejo

Lantas bagaimana dengan kesiapan para peserta lomba? Kecamatan Tegalrejo menyatakan kesiapannya turut serta dalam Lomba Kampung Hijau dan Bank Sampah 2016. Hasil Lomba Lintas Hijau beberapa waktu lalu menjadi portofolio andalan mereka.

“Kami yakin pada kesiapan kelurahan dalam menunjuk salah satu RW mewakili kelurahan, mengingat belum lama ini, Kecamatan Tegalrejo mengadakan Lomba Lintas Hijau se-Kecamatan Tegalrejo,” tandas Sekretaris Camat Tegalrejo, Sumargandi.

Ia menuturkan, tiap kelurahan memiliki data masing-masing RW yang kemarin mengikiti Lomba Lintas Hijau, berikut kelengkapan komponen penilaian.

“Meski ada perbedaan dalam penilaian, namun kami yakin, RW yang akan mewakili kelurahan di wilayah Kecamatan Tegalrejo telah siap mengikuti Lomba Kampung Hijau,” pungkasnya.