Konsisten Amalkan Segoro Amarto dengan Swadaya Ala Kelurahan Kricak

Lurah Kricak Kecamatan Tegalrejo, Ari Agata. (Foto: Kurniawan Sapta Margana)
Lurah Kricak Kecamatan Tegalrejo, Ari Agata. (Foto: Kurniawan Sapta Margana)

Tegalrejo, JOGJADAILY ** Unsur kebersamaan dan kepedulian menjadi bagian penting Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto (Segoro Amarto). Anda dapat belajar pada Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo. Dengan swadaya, kegiatan warga terus berjalan, tanpa mengesampingkan bantuan dari pemerintah.

“Swadaya masyarakat merupakan cermin Segoro Amarto. Misalnya, Takbir Keliling menyambut Idul Adha 1437 H lalu yang murni dilaksanakan dengan swadaya, melalui iuran masing-masing masjid,” ucap Lurah Kricak, Agata Ari, ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Takbir Keliling selama ini di Kelurahan Kricak memang selalu menggunakan dana dari iuran masing-masing masjid, ditambah beberapa donatur dari masyarakat. Sedikit banyak, Segoro Amarto menjadi dasar setiap kegiatan di masyarakat.

“Kegiatan takbir keliling tahun ini memberi warna tersendiri, di mana untuk pertama kalinya, ada bantuan dana dari pemerintah melalui Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta,” terangnya.

Takmir Masjid Al-Furqon RW 10 Kricak, Bintoro, menambahkan, Takbir Keliling Idul Adha dilakukan secara rutin sejak 2000, meski jumlah masjid dan mushola di Kelurahan Kricak masih terbilang minim. Seiring bertambahnya masjid dan mushola, Takbir Keliling pun mulai dilombakan.

“Awalnya, karena jumlah masjid dan mushola di Kricak masih sedikit, Takbir Keliling menyambut Hari Besar Agama Islam dilakukan oleh masing-masing masjid. Namun, sejak tahun 2010, dengan jumlah masjid yang sudah semakin banyak, ada wacana untuk mengadakan Takbir Keliling Tingkat Kelurahan dan dilombakan,” ungkap Bintoro.

Takbir Keliling Idul Adha 1437 H Kelurahan Kricak. (Foto: Kurniawan Sapta Margana)
Takbir Keliling Idul Adha 1437 H Kelurahan Kricak. (Foto: Kurniawan Sapta Margana)

Mulai saat itu, sambungnya, pelaksanaan Takbir Keliling di Kelurahan Kricak semakin meriah. Selain jumlah masjid peserta takbir keliling yang semakin banyak, masih ditambah dengan hadiah piala dan uang pembinaan.

Seorang warga RW 05 Kelurahan Kricak, Sugiyarto, mengusulkan, perlu adanya tema tertentu setiap Takbir Keliling agar event lebih semarak dan tidak terkesan campur aduk.

“Dengan tema yang telah ditentukan, peserta Takbir Keliling akan lebih kelihatan kompak dan menarik. Karena, selama ini, tema Takbir Keliling tidak pernah ditentukan panitia,” ujarnya.

Rute para peserta takbir adalah jalan kampung maupun jalan raya di sekitar Kelurahan Kricak yang mampu menampung peserta takbir sejumlah 20 orang per regunya.

Seperti diketahui, Segoro Amarto telah dicanangkan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, pada 2010, di Kelurahan Kricak. Hingga sekarang, dukungan terhadap Segoro Amarto tetap menggelora di sana.

Entaskan Kemiskinan

Segoro Amarto dapat dianggap sebagai sebuah gerakan bersubstansi persaudaraan (paseduluran) dengan basis pelaksanaan di tingkat RW yang melibatkan seluruh komponen warga, sehingga mekanisme pelaksaanaannya berada di tingkat masyarakat dan dilakukan oleh kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang memiliki tekad, tantangan, dan kebutuhan sama dengan basis RW.

Kelompok ini melibatkan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat, seperti intelektual, pemuka masyarakat, tokoh agama, masyarakat miskin, dan lainnya, yang memiliki kepedulian terhadap upaya penanggulangan kemiskinan dan upaya-upaya lain, menuju masyarakat madani.