Peringati 50 Tahun, KAHMI DIY Gelar Tadarus Al-Qur’an

Tadarus Al Qur'an di Masjid Diponegoro Balaikota Yogyakarta. (Foto: Simpul Oktaviano)
Tadarus Al Qur’an di Masjid Diponegoro Balaikota Yogyakarta. (Foto: Simpul Oktavianto)

Merayakan HUT ke 50 KAHMI DIY menggelar berbagai rangkaian acara. Salah satunya adalah Tadarus Al-Qur’an berjama’ah. “Kegiatan tadarus Al Qur’an adalah acara dalam skala nasional yang ada di 79 tempat yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia,” kata Ketua Panitia Acara Buyung M. Iqbal saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Acara tadarus sendiri digelar di masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balaikota, Yogyakarta, Sabtu (17/9).Disebutkan juga bahwa di Yogyakarta ada dua agenda utama untuk mengisi HUT ke 50 KAHMI ini yaitu Tadarus Al Qur’an dan Jalan Sehat.

Diharapkan semua alumni dan kader HMI dapat berpartisipasi agar tali silaturahmi selalu terjaga. Kegiatan yang juga didukung oleh Pemerintah Yogyakarta tersebut rencananya akan menghadirkan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

“Pada kegiatan yang selanjutnya kita harapkan Walikota Yogyakarta dapat hadir bersama-sama dengan kita,” ujar Buyung M. Iqbal.

Sementara Ketua Majelis Wilayah KAHMI DIY Zulkifli Halim menyampaikan bahwa tadarus Al Qur’an sebenarnya adalah kegiatan yang sudah rutin dilakukan sebagai seorang muslim dan khusus hari ini dilakukan di banyak tempat secara serentak untuk menyambut HUT ke 50 KAHMI.

“Tentunya ada satu pesan yang ingin disampaikan oleh KAHMI yaitu bahwa KAHMI juga ikut serta dalam mempererat persatuan bangsa dan antar daerah yang ada di Indonesia,” kata senior HMI yang akrab dipanggil Bang Zul itu.

Dalam beberapa hal, kata bang Zul, tentunya Al Quran harus dijadikan sebagai pedoman dan pondasi dalam kehidupan sehari-hari karena beberapa orang yang ditangkap oleh KPK adalah karena tidak menjadikan Al Quran sebagai pegangan hidup.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng dan juga penyerahan bantuan Al Quran kepada empat cabang HMI yang ada di DIY. “Selama HMI dan KAHMI ada maka Al Quran adalah pedomannya,” pungkas Bang Zul.

Marzuki Simatupang selaku pengurus KAHMI DIY yang memandu jalannya tadarus dalam tausiyahnya menyebutkan bahwa tanda-tanda kita mencintai Al Quran salah satunya adalah harus bisa qiroatul Qur’an.

“Tadabur Al Qur’an adalah yang paling tinggi tingkatannya yaitu dengan mengembangkan dan menjadikan Al Quran sebagai hidayah bagi kita atau sebagai obat yang menjauhkan kita dari segala hal yang tidak baik untuk keselamatan kita di dunia dan akhirat,” lanjutnya.

Tadarus Al Qur’an yang diikuti ratusan peserta baik dari alumni maupun kader aktif HMI itu juga semakin semarak karena bersamaan dengan HUT KOHATI atau Korps HMI Wati. Puncak peringatan HUT KAHMI ke 50 sendiri ditandai dengan kegiatan Jalan Sehat yang akan dilaksanakan pada 25 September 2016 mendatang.