Jelang Pasar Bebas ASEAN, UMKM se-DIY Gencar Optimalkan Promosi Produk Melalui Media Online

Seorang seniman asal kota gede yogyakarta menyulap kaca menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (Foto: Hanang Widiandhika).
Seorang seniman asal kota gede yogyakarta menyulap kaca menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (Foto: Hanang Widiandhika).

Yogyakarta, JOGJADAILY ** Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Daerah Istimewa Yogyakarta mengasah kemampuannya untuk memasarkan hasil produksi melalui media online. Hal ini dilakukan menyusul ketatnya persaingan pasar bebas asean mendatang.

Workshop atau pelatihan ini digelar oleh Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri bekerjasama dengan bukalapak. “Selain di Yogyakarta, kegiatan ini juga akan digelar di kota-kota besar seperti Bali, Pontianak, Semarang dan Malang,” papar Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Sape Sirait, kamis (13/10).

Sebagai langkah awal, para pelaku UMKM akan belajar tentang tiga hal penting yang berkaitan dengan peningkatan pemasaran hasil produksi. Diantaranya, cara memasarkan produk dan jasa kreatif dengan platform marketplace, seperti tips foto produk, copywriting, dan promosi.

Ditengah pesatnya kemajuan teknologi, lanjutnya, pelaku usaha harus mampu membidik peluang secara tepat dalam memanfaatkan teknologi guna mengembangkan promosi hasil produksi agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia atau  BI DIY Arief Budi Santoso menjelaskan UMKM yang berkembang di DIY  terpetakan menjadi dua yakni start up dan tradisional. “UMKM tradisional ini harus terus didorong dengan memberikan bantuan pendampingan yang benar dan pemasaran.

Sehingga bantuan modal tidak selalu diberikan diawal. BI telah melakukan pendampingan terhadap beberapa UMKM yang tersebar di seluruh DIY. “Semisal di Kulonprogo ada gula semut  dan beras menur. Gunungkidul ada mokaf dan coklat. Di sleman ada susu kambing etawa,” urainya.

Bantul

Belakangan ini, pemerintah kabupaten bantul melalui dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) gencar melakukan upaya untuk mempromosikan hasil produksi UMKM berbasi media onlline.

“Dengan memanfatkan media online, hasil produksi umkm bisa tampil secara lebih luas dan bisa diakses seluruh orang dari belahan bumi manapun,” ujar Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto, sabtu (1/10).

Sebelumnya Pemkab bantul telah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan BUMN untuk menggarap ini. “Setelah dengan BNI, dalam waktu dekat ini kita akan menjalin kerja sama dengan PT Telkom sebagai penyedia jaringan untuk mengembangkan Kampung UKM Digital di beberapa sentra kerajinan Bantul,” sambungnya.

Selain mengandalkan prosuk unggulan seperti batik, kerajinan kulit dan gerabah, UMKM bantul memiliki produk makanan yang kian diminati seperti ceriping bonggol pisang dan bakpia ubi. “Kekuatan di Bantul itu ada pada produk industri kecil dan mikro,” imbuhnya.