Kirab Budaya Kricak, Momentum Pencanangan Kricak Kelurahan Budaya dan Wisata

Kirab Persatuan-dan Kesatuan 2016 warga RT 29 RW 07 Kelurahan Kricak Kecamatan Tegalrejo. (Foto: wongsongolikur.com)
Kirab Persatuan-dan Kesatuan 2016 warga RT 29 RW 07 Kelurahan Kricak Kecamatan Tegalrejo. (Foto: wongsongolikur.com)

Tegalrejo, JOGJA DAILY ** Menyongsong pencanangan Kelurahan Kricak sebagai Kelurahan Budaya dan Wisata, Minggu (30/10/2016), mulai pukul 12.30, dilaksanakan Kirab Budaya. Rangkaian kirab budaya meliputi karnaval dari setiap RW, karnaval bergada dari 3 kampung di Kelurahan Kricak, arak-arakan gunungan dari masing-masing RW, dan puncaknya adalah labuhan di Sungai Winongo RW 01.

Selain itu, ada pula karnaval seluruh elemen masyarakat maupun lembaga sosial yang ada di Kricak dengan total peserta mencapai sekitar 300 orang. Jumlah yang luar biasa, mengingat ini adalah event pertama pencanangan Kelurahan Kricak sebagai Kelurahan Budaya dan Wisata di kota Yogyakarta.

“Peran serta elemen masyarakat kelurahan Kricak sungguh luar biasa. Ada greget dan rasa gumregah yang muncul berlandaskan Segoro Amarto, saiyek saeko proyo,” ujar Lurah Kricak, Agata Ari Wulandari, saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Dengan pencanangan tersebut, harapan ke depan adalah kesadaran dari masyarakat Kelurahan Kricak untuk menciptakan kegiatan budaya dan wisata di suatu tempat.

Sesuai Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kota Yogyakarta yang memuat Visi Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya, dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan mulai 2005-2025, maka pengembangan pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu visi Pemkot Yogyakarta.

Menurut Ketua Panitia Kirab Budaya Kelurahan Kricak, Joko Haryanto, dengan kirab budaya diharapkan seluruh elemen masyarakat di wilayah Kricak akan mengetahui potensi budaya, wisata, dan kuliner yang ada di Kricak.

“Selain itu, dengan Kirab Budaya, ke depan, potensi budaya, wisata, dan kuliner akan dikembangkan dan akan terjalin kerja sama guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan menyeluruh. Tidak lupa adalah sebagai bentuk hiburan kepada warga masyarakat sekitar Kricak,” kata Joko.

Rute Kirab Budaya

Adapun rute Kirab Budaya mengambil start dari halaman kantor KPU Kota Yogyakarta di Jalan Magelang dan berakhir di Ruang Terbuka Hijau (RTH) RW 01 Kricak. Rute kirab melalui jalan kampung yang berada wilayah Kelurahan Kricak. Peserta kirab menggunakan busana Jawa kejawen.

“Acara juga mengundang tamu dari luar kota Yogyakarta, seperti dari Kulon Progo dan Surakarta. Bahkan kami juga mengundang tamu mahasiswa asing yang sedang belajar di kampus-kampus sekitar Yogyakarta,” terang Lurah Agata.

Ada yang menarik, yakni tamu asing menggunakan pakaian khas negaranya masing-masing. Bahkan tamu perwakilan Konjen Tunisia hadir pula pada Kirab Budaya.