Aman Dikonsumsi, Produk Ikan Bantul Tanpa Boraks dan Formalin

KONTROL KUALITAS – Narasumber dari BPPOM memberikan materi tentang keamanan produk perikanan di Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul. (Foto: DKP Bantul)

Bantul, JOGJADAILY.COM ** Anda penikmat kuliner atau masakan berbahan ikan? Sering kali Anda dilanda kekhawatiran mengkonsumsi ikan, karena bermacam musabab, mulai dari higienitas sampai kadar keorganikannya.

Namun, tak perlu risau bila Anda mengonsumsi produk ikan Bantul. Tanpa boraks dan formalin, produk ikan Bantul aman Anda konsumsi. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul secara rutin melakukan pengawasan dan pengujian mutu produk perikanan yang beredar di masyarakat.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga dan menjamin keamanan produk perikanan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Kepala Bidang Bina Usaha dan Wasdal SDKP, Nanang Dwi Atmoko, di kantor DKP Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu.

Dinas mengambil sampel produk ikan di pasar-pasar tradisional, lalu melakukan pengujian terhadap kandungan boraks dan formalin terhadap sampel ikan segar dan olahannya. Pengujian terhadap kandungan boraks dan formalin pada semua sampel ikan dan produk olahan yang diuji, menunjukkan hasil yang negatif.

Dinas juga memberikan tambahan informasi dan wawasan kepada pedagang ikan untuk selalu menjaga keamanan dan mutu produk ikan serta hasil olahannya.

“Karena, menjaga keamanan mutu produk perikanan tidak hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tugas kita bersama. Ikan sehat, mutu bagus, konsumen cerdas, warga sehat,” ungkap Nanang.

Bantuan pada Nelayan

Selasa (13/12/2016), Bupati Bantul, Suharsono, berkenan menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan kepada masyarakat Bantul. Bantuan yang diserahkan berupa bantuan sarana penangkapan ikan sejumlah 4 unit kapal motor 10 GT Mina Maritim dan paket alat penangkapan ikan.

Selain itu, 1 unit kapal motor 10 GT Bantul Idhaman Bahari, bantuan jaket pelampung, sarana pelindung mangrove, peralatan bengkel mesin kapal perikanan, sarana penyelamatan mamalia laut terdampar, bantuan premi asuransi nelayan, bantuan program gerakan pakan mandiri (GERPARI), serta bantuan sarana pengolahan hasil perikanan.

Bupati mengungkapkan, sarana prasarana yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalankan usaha di bidang kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha.

Pembangunan kelautan dan perikanan di Kabupaten Bantul semakin berdaya dengan paradigma baru ‘Among Tani Dagang Layar’ yang telah digaungkan Gubernur DIY. Bantuan-bantuan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan di Kabupaten Bantul kali ini adalah buktinya.

Penanaman Mangrove

Pada Peringatan HUT Armada Republik Indonesia yang ke-71, Pangkalan Angkatan Laut Yogyakarta juga mengadakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Baros, Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Acara melibatkan stakeholders terkait, antara lain KP2B, FKPPRS, SARLINMAS KORWIL IV Bantul, DANLAMAL DIY, KASATPOLAIRUD, DANRAMIL Kretek, Kepala Desa Tirtohargo, dan DKP Bantul.

Acara bertujuan menjalin koordinasi konservasi mangrove di pesisir Kabupaten Bantul hingga tingkat dusun sehingga agar tercapai keseragaman visi dan misi konservasi, antara pemerintah dengan masyarakat.

Dengan tercapainya keseragaman visi dan misi konservasi, upaya-upaya konservasi yang dilakukan pemerintah di kawasan konservasi mangrove dapat dilaksanakan dengan baik, terpadu, dan bekelanjutan.

Mangrove berfungsi penting sebagai penyerap polutan, pelindung pantai, peredam gelombang air laut, dan penahan sedimen. Mangrove berfungsi pula sebagai penahan rob dan energi gelombang, serta pelindung pantai dari empasan badai dan angin. Mangrove dapat mengurangi emisi karbon sebagai upaya penanggulangan dampak pemanasan global.

Terbitnya Keputusan Bupati Bantul No. 284 Tahun 2014 mengenai Pencadangan Kawasan Konservasi Taman Pesisir di Kabupaten Bantul, memposisikan warga untuk ikut berpartisipasi menjaga kawasan konservasi.