Gotong Royong Bangkitkan Kemandirian Daerah

Tim Bedah Rumah Kabupaten Kulon Progo, saat melakukan kunjungan kerja bhakti bedah rumah milik Alip Suyanto warga Gunung Gempal Giripeni Wates. (Foto: Humas Pemkab Kulon Progo)

Oleh:

Drs. Mardiya

(Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan KB dan Kesehatan Reproduksi pada BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo)

Sejak tahun 2016, kita telah 13 kali melaksanakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sejak dicanangkan pertama kali oleh pemerintah pada tahun 2003. Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong selama ini yang dilaksanakan selama satu bulan penuh di bulan Mei setiap tahunnya,  terbukti telah memberikan semangat dan kepedulian seluruh warga masyarakat untuk membangun dan memberdayakan dirinya sehingga mencapai kehidupan yang lebih mandiri. Lebih dari itu, pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong telah mengukuhkan nilai-nilai kegotongroyongan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa kita yang tidak akan ditemui di bangsa manapun di dunia ini.  Nilai-nilai kegotongroyongan ini menjadi perekat yang sangat kuat dalam rangka integrasi sosial dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong XIII yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 Tahun 2016 Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan pada hari Selasa (3/5), terasa istimewa. Bukan hanya karena kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo bersama Forkompinda ini dipusatkan di Kompleks Kantor Kecamatan Wates  yang baru yang lebih luas dan representatif, tetapi juga karena di tahun ini pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat  dalam pembangunan  termasuk seluruh komponen yang ada di dalamnya. Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam BBGRM XIII dan HKG PKK Ke – 44  tahun 2016 ini yakni “Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa Sebagai Mitra Pemerintah Desa”.

Bagi Kulon Progo, penguatan nilai kegotongroyongan melalui berbagai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bukanlah hal baru. Selama ini Pemkab Kulon Progo selalu menyemangati kegotongroyongan masyarakat  dengan Program Bedah Rumah Tanpa APBD. Program ini selain mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di sekitar lokasi bedah rumah melalui sumbangan pemikiran, tenaga dan biaya, juga mampu merangsang para pengusaha, pihak perbankan dan perusahaan-perusahaan lokal dan nasional untuk memberikan sebagian CSR nya untuk membantu keluarga miskin yang rumahnya tidak layak huni melalui bedah rumah. Tercatat, telah ribuan rumah yang berhasil dibedah dan menjadi rumah yang layak huni, dengan bantuan masing-masing Rp. 10 juta rupiah.

Gotong royong di kembangkan Kabupaten Kulon Progo tidak hanya dalam bentuk kegiatan untuk mewujudkan bangunan fisik semata, namun secara konprehensif juga  dikembangkan  dalam bentuk beragam kegiatan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Oleh karena itu, kegiatan dalam BBGRM XIII dan HKG PKK ke 44 Tahun 2016 yang diselengggarakan di setiap desa, setidaknya  harus mencakup  empat bidang. Empat bidang yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertama, bidang kemasyarakatan yang meliputi penguatan sistem keamanan lingkungan, pembangunan dan pemeliharaan pos keamanan lingkungan,  peningkatan kemampuan satuan Pertahanan Sipil/Hansip dan satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Desa dan Kelurahan, penegakkan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, penyuluhan tentang idiologi negara, wawasan kebangsaan, serta persatuan dan kesatuan nasional, penyuluhan hukum yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat, penyuluhan tentang kesadaran membayar pajak, dan penggerakkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa dan kelurahan secara gotong royong dan swadaya.

Kedua, bidang ekonomi, yang kegiatannya meliputi upaya penguatan peranan koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat, fasilitasi pengembangan usaha mikro dan usaha kecil masyarakat, fasilitasi pengembangan lembaga simpan pinjam, pengembangan budidaya pertanian tanaman pangan dan hortikultura, pengembangan budaya menabung di kalangan masyarakat, pembangunan dan perbaikan prasarana perekonomian masyarakat (seperti saluran irigasi, jalan desa, dan prasarana perekonomian lainnya).

Ketiga, bidang sosial budaya, kegiatannya meliputi penyuluhan kesehatan (seperti kesehatan ibu dan anak kesehatan lingkungan atau sanitasi, kesehatan reproduksi remaja bahaya Narkoba, bahaya HIV/AIDS), pelayanan kesehatan massal (seperti pelayanan posyandu untuk ibu dan anak, immunisasi, khitanan massal, dll), bantuan bagi Orang Tua Lanjut Usia, lomba kesehatan (seperti lomba makanan sehat dan bergizi, Lomba balita sehat, dll), pembangunan dan pemeliharaan prasarana kesehatan (seperti prasarana dan sarana posyandu), pembangunan dan pemeliharaan sarana olahraga, perlombaan dan pertandingan olahraga, pertemuan organisasi kepemudaan (seperti karang taruna, remaja mesjid, dll), perlombaan dan pertunjukan seni dan budaya, pembangunan dan pemeliharaan sarana-sarana ibadah dan lain-lain.

Kelima, bidang lingkungan yang kegiatannya meliputi pembangunan dan pemeliharaan prasarana lingkungan (jalan lingkungan, jembatan desa, drainase, prasarana persampahan, jamban, dan prasa.rana lingkungan lainnya), pembangunan dan pemeliharaan prasarana air bersih, pembersihan dan ‘penyehatan lingkungan pemukiman, penyuluhan tentang kesehatan lingkungan, konservasi, rehab1litasi, dan reboisasi lahan kritis.

Dalam rangka memantau pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong selama bulan Mei 2016, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kabupaten Kulon Progo sebagai pengampu kegiatan, telah melakukan kunjungan lapangan  ke seluruh kecamatan yang diharapkan dapat dihadiri oleh Bupati dan atau Wakil Bupati. Jadwal kunjungan tersebut adalah sebagai berikut:  (1) Kecamatan Wates, Selasa (3/5), (2) Girimulyo, Rabu (4/5), (3) Pengasih, Rabu (11/5), (4) Panjatan, Kamis (11/5), (5) Kalibawang, Selasa (17/5), (6) Samigaluh, Kamis (19/5), (7) Galur, Selasa (24/5), (8) Temon, Rabu (25/5), (9) Nanggulan, Kamis (26/5), (10) Lendah, Jumat (27/5), (11) Kokap, Senin (30/5) dan Sentolo, Selasa (31/5).

Dengan pelaksanaan BBGRM XIII yang dipadukan HKG PKK Ke 44 Tahun 2016 diharapkan menjadi momentum bersama untuk meningkatkan peran Lembaga Kemasyarakatan Desa  seperti Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, RT/RW dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) sebagai mitra desa dalam membangun masyarakat yang  adil, makmur, mandiri dan sejahtera. Tidak kalah pentingnya, BBGRM juga  merupakan momentum kita bersama untuk mengingatkan kita semuanya tentang arti penting  gotong royong, terutama generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan. Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak kita, kepada generasi muda, sebab merekalah pemuka masa depan bangsa ini. Semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak. Generasi muda senantiasa bermusyawarah dalam memutuskan dan gotong royong dalam bekerja. Itulah sebabnya semangat gotong royong harus diajarkan melalui kegiatan praktik-praktik yang nyata dan bukan sekedar wacana.