Pemanfaatan Pekarangan Terpadu, Panen Lele Kali Ketiga Desa Bantul Hasilkan 1,333 Kuintal

MENJANJIKAN – Panen lele KWT Lestari Desa Bantul Kali Ketiga. (Foto: Kecamatan Bantul)

Bantul, JOGJADAILY.COM ** Senin (16/1/2017) menjadi hari spesial bagi warga Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Setelah masa pemeliharaan tiga bulan, 1500 benih lele yang ditebar di kolam terpal berukuran 12 m2 di lahan Tanah Kas Desa Bantul dipanen dengan hasil memuaskan.

Keseluruhan berat panen mencapai 1,333 kuintal, dengan harga lele di tingkat petani saat ini mencapai Rp16 ribu per kg. Karena modal yang dibutuhkan untuk memelihara lele sekitar Rp1,5 juta, dari segi usaha tani, masih menguntungkan.

Kolam lele merupakan demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari yang dimaksudkan untuk media pembelajaran bagi kelompok agar nantinya mampu mengembangkan usaha di pekarangan masing-masing anggota.

Penimbangan hasil panen lele kali ketiga ini disaksikan penyuluh pertanian BP3K Kismo Raharjo Bantul, Edy Sutopo, serta Lurah Desa Bantul M. Zubaidi dan Camat Bantul Susanto, juga anggota KWT Lestari.

“(Budidaya lele) ini merupakan upaya untuk pemberdayaan petani melalui pelaksanaan Instruksi Bupati Nomor 02 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Terpadu melalui Gerakan Makaryo Mbangun Desa,” ujar Edy Sutopo, dirilis Kecamatan Bantul.

Instruksi Bupati tersebut, sambungnya, mengamanati warga Kabupaten Bantul untuk memasyarakatkan pemanfaatan pekarangan secara optimal dengan penanaman tanaman pangan, perikanan, dan peternakan, sesuai potensi masing-masing.

“Camat se-Kabupaten Bantul agar memfasilitasi dan mengkoordinasikan Pemerintah Desa untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud di wilayah kerja masing-masing, melalui pengembangan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan dengan pembuatan demplot atau kegiatan lainnya yang dapat dipergunakan sebagai sumber pangan alternatif dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan desa,” terang Edy.

Dengan demikian, tambahnya, bila menerapkan pengalaman ketika mengelola demplot kolam lele, anggota KWT bisa memelihara lele di pekarangannya untuk memenuhi gizi keluarga, atau lebih luas lagi, menjadi lapangan usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga.

72,98 Persen Penduduk Kecamatan Bantul Beternak

Kecamatan Bantul berada di dataran rendah. Ibu kota kecamatannya berada pada ketinggian 45 m di atas permukaan laut. Jarak ibu kota kecamatan ke pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Bantul sejauh 0,4 km.

Kecamatan Batul beriklim seperti layaknya daerah dataran rendah di daerah tropis dengan cuaca panas sebagai ciri khas. Suhu tertinggi yang tercatat di Kecamatan Bantul adalah 34 ºC dengan suhu terendah 22 ºC.

Bentangan wilayah di Kecamatan Bantul 98 persennya berupa daerah yang datar sampai berombak dan 2 persennya berupa daerah yang berombak sampai berbukit.

Kecamatan Bantul dihuni oleh 13.987 KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Bantul adalah 57.884 orang dengan jumlah penduduk laki-laki 28.298 orang dan penduduk perempuan 29.586 orang.

Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Bantul adalah 2571 jiwa/km2. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bantul adalah peternak. Dari data monografi kecamatan, tercatat 42.245 orang atau 72,98 persen penduduk Kecamatan Bantul bekerja di sektor perternakan.