Dari Koran Bekas Kerajinan Dluwang Art Tembus Pasar Amerika

beberapa kerajinan yang dihasilkan oleh Dluwang Art. (sumber: Pemkot Jogja)

Jogja Kota, JOGJADAILY.COM ** Siapa yang menyangka Koran bekas yang menumpuk di sudut ruangan bahkan di gudang mampu disulap menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai jual lebih. Koran-koran bekas yang tak terpakai mampu dimanfaatkan apik oleh Briane Novianti, pemilik Dluwang Art, nama produk yang ia sematkan di kerajinannya.

“Tekstur dari kertas koran ternyata mudah dilusuhkan dan dibentuk, sehingga dapat memenuhi keinginan saya untuk membuat pernak-pernik seperti  perabotan rumah tangga,” jelasnya dikutip dari laman Pemerintah Kota Jogja.

Selama ini Dluwang Art telah membuat kerajinan dari koran menjadi barang-barang yang bisa digunakan kembali semisal sandal, tas, frame foto hingga miniatur berbagai ikon kota atau negara.

“Selain untuk berbisnis, misi Dluwang art adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pemanfaatan limbah kertas koran yang makin lama makin banyak lantaran semakin banyaknya kantor-kantor media cetak di Indonesia,” tambah Novi, sapaan akrabnya.

Meskipun kerajinannya berbahan kertas koran namun  mampu tahan lama dan tahan terhadap air. Hal ini dikarenakan inovasinya dalam menemukan formula anti air untuk setiap kerajinannya. “Produk ini dipastikan kuat dan tahan air karena ada dua lapisan di bagian luarnya, pertama dilapisi dengan lem kayu untuk memperkuat dan kedua adalah lapisan pernis untuk mengkilapkan serta mencegah air masuk kedalam pori-pori kertas. Sehingga produk ini dipastikan kuat dan tahan air,” ungkapnya.

Sebelum menemukan formula agar karyanya tidak mudah rusah karena air, Novi mengaku telah melakukan percobaan berkali-kali agar produknya lebih kuat. Hasil kreatifitas Novi, ia membandrol harga mulai dari 20ribu hingga 250ribu rupiah tergantung ukuran dan kerumitan pembuatannya.

Sedangkan untuk pemasaran produknya. Ia menggunakan sistem pemasaran daring (online, red), karena dengan pemasaran sistem online produk – produknya bisa di lihat dari penjuru dunia. “Untuk dalam negeri hampir seluruh kota di Indonesia pernah memesan produk kita, sedangkan untu luar negeri, produk kami sudah diekspor sampai Amerika’ katanya.

Karena kegigihannya Wanita yang beralamat di Ledok Tukangan RT 01, RW 01 Yogyakarta ini mendapatkan penghargaan dari Dewan Kerajinan NasionalDaerah (DEKRANASDA) pada tahun 2016 kategori origininalitas produk.