UGM Buka Jurusan Baru, D4 Perencanaan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan

Yogyakarta, JOGJADAILY.COM ** Setelah sebelumnya memberikan kepastian akan membuka ribuan kursi untuk sekolah advokasi kali ini Universitas Gajah Mada (UGM) akan membuka studi baru yakni Perencanaan Ekonomi Kewilayahan. Rencananya jurusan Diploma Empat (D4) ini program studinya akan di bawah naungan Sekolah Vokasi UGM.

Dibukanya prodi ini menurut Dekan Sekolah Voksi, Wikan Sakarinto bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga perencana pembangunan ekonomi wilayah di Indonesia.  “Sesuai dengan kondisi kepulauan kita, jumlah yang dibutuhkan mencapai 111 ribu orang,” jelas Wikan dikutip dari laman ugm.ac.id

Sedangkan untuk pendaftaran prodi baru ini akan melalui jalur ujian tulis Ujian Masuk UGM. Yang berbeda dari yang lain, tambah Wikan, prodi D4 akan lebih banyak mengajarkan praktik dilapangan daripada teori dengan perbandingan 60 dianding 40.

Prodi Baru UGM

Tidak hanya jurusan perencanaan pembangunan ekonomi kewilayahan saja, ke depan UGM juga akan membuka prodi D4 baru dan lebih banyak. Harapannya program D4 akan menggantikan peran program D3 yang dirasa kualitas lulusannya tidak sebanding dengan lulusan S1.  “Kita akan mendirikan D4 sebanyak-banyaknya dan S1 terapan,” paparnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM,  Suratman, menyambut hangat pembukaan prodi baru jenjang D4 ini. Menurutnya, dengan kehadiran prodi baru tersebut akan menghasilkan lulusan dengan keterampilan perencana pembangunan yang andal dan kompeten.” Jika smart planning kita bagus maka tidak akan terjadi kesenjangan wilayah. Di DIY  saja tingkat kesenjangan wilayah masih tinggi, belum lagi bicara Papua dan NTT,” ujarnya.

Menurut Suratman, Indonesia sudah seharusnya memiliki sistem perencanaan pembangunan yang lebih baik dan sesuai dengan karakter wilayah masing-masing. Perencanaan kota dan desa tidak harus bergantung pada model perencanaan yang sudah diterapkan di negara lain. “Model pembangunan yang berbasis local wisdom harus kita galakkan bersama sehingga bisa menjadi mozaik pembangunan Indonesia,” pungkasnya.