Gerbang Asa Harapan Kalasan Sleman Menuju Kecamatan Layak Anak

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengecat tembok yang dijadikan aksi vandalisme anak muda Sleman. (sumber: web Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY.COM ** Guna mewujudkan cita-cita sebagai kecamatan layak anak, Kalasan, Sleman menyinergikan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kalasan baik dari swasta hingga pemerintah. Salah satunya melalui pogram gerbang Asa yakni Gerakan Membangun Karakter Anak Bangsa.

Selain diresmikannnya Gerbang Asa, program lainnya yang juga akan dijalanan adalah Kalasan Menaji yakni Gerakan masyarakat di waktu Magrib mengaji. Semua ini dilakukan agar Kalasan mampu dianggap menjadi Kecamatan Ramah Anak.

Dinukil dari laman Pemda Sleman, peresmian Gerbang Asa dan Kalasan Mengaji ditandai dengan pengecatan kembali tembok yang dicoret-coret karena aksi vandalism oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Acara ini secara simbolis diawali oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo yang juga menyayangkan sikap vandalism anak-anak muda di zaman sekarang.

“Aksi vandalisme, nglitih serta kenakalan remaja lainnya dominan disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua terhadap anak,” jelas Sri.

Kesibukan orang tua, broken home, menjadi pemicu anak mencari ketenangan di luar rumah dan akhirnya membentuk komunitas-komunitas anak muda yang meresahkan masyarakat. Untuk itu gerakan membangun karakter anak bangsa yang dilaksanakan di kecamatan Kalasan ini merupakan kegiatan yang positif sebagai upaya untuk pembentukan karakter agamis untuk memfilter berbagai pengaruh buruk masuk.

Sementara aksi vandalisme diakui oleh Bupati selalu ada, namun Pemkab Sleman juga tidak bosan-bosan untuk selalu mengingatkan kepada anak-anak agar mereka sadar, bahwa apa yang mereka lakukan itu merupakan tindakan yang bisa mengotori lingkungan dan Pemerintah berupaya memberikan ruang untuk mereka berekspresi untuk menyalurkan bakatnya agar suasana lingkungan menjadi indah.