Revitalisasi 4 Pasar Tradisional Bantul Rampung Diresmikan Sri Sultan HB X

Gubernur DIY, Sri SUltaan Hamengkubuwono X ketika meresmikan revitalisasi 4 pasar di Bantul. (sumber: web Pemkab Bantul)

Bantul, JOGJADAILY.COM ** Jumat (31/3/17), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X baru saja meresmikan revitalisasi empat pasar di daerah Bantul. Keempat pasar tersebut yakni Pasar Tradisional Angkruksari, Pasar Ngipik, Pasar Plered, dan Pasar Hewan Pandak.

Ketika memberikan sambutan, Sri Sultan meminta agar revitalisasi pasar tradisional tak hanya sebatas fisik saja, namun juga perlu merivitalisasi manajemennya agar baik pengelola dan pedagang dapat mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) secara professional.

“Menurut laporan Ikatan Pengelola Pasar, pasar tradisional 8,9 % pertahun mengalami penurunan dan mati semua itu karena pengelolaan pasar tradisional yang tidak memenuhi SOP,” jelas Sri Sultan seperti dinukil dari web Pemkab Bantul.

Dampak dari menurunnya minat konsumen ke pasar tradisional membuat pertumbuhan pasar modern meningkat drastis mencapai 31% per tahun. Dikarenakan menurut Sultan pasar modern lebih nyaman, kebersihan terjamin, barang-barang tertata rapi serta adanya kepastian harga.

Lebih lanjut Sri Sultan mengungkapkan tidak bisa dipungkiri lahir dan tumbuhnya pasar tradisional pada zaman dahulu menginspirasi tumbuhnya kota-kota besar pemerintahan.  “Pasar tradisonal merupakan pusat interaksi sosial, seni budaya dan kuliner,” tegas Sri Sultan.

Perkembangan pasar tradisional kini tersisihkan oleh keberadaan pasar-pasar modern, bantuan dari pemerintah dan sokongan teknologi informasi mutlak dilakukan demi lestarinya pasar tradisional. Dari ribuan pasar yang ada di Indonesia hanya ada tiga pasar tradisional yang telah menerapkan SOP tentang pengelolaan pasar.

Sementara itu Bupati Bantul, Suharsono dalam sambutannya mengatakan pasar tradisional merupakan wahana pergulatan ekonomi rakyat. Keberpihakan pemerintah kepada rakyat telah dibuktikan dengan pembangunan pasar tradisional dan perlindungan pedagang dari pemain ekonomi di skala global. Pasar rakyat sebagai wahana usaha rakyat, didesain sebagai pemicu ekonomi rakyat dalam menghadapi persaingan ekonomi.

“Penataan atau pengelolaan pasar tradisional harus mampu memikat pembeli, untuk itu diharapkan segenap civitas pasar tradisional untuk menerapkan standar pelayaanan sehingga konsumen merasa betah dan nyaman belanja, ” ungkap Suharsono.