Triwulan Pertama 2017, Retribusi Wisata Bantul 3,6 Miliar

Menikmati Pantai Parangtritis.
Pengunjung berenang sambil bergembira di Pantai Parangtritis, Bantul. (Pixabay/Maul Erlangga)

Bantul, JOGJADAILY.COM ** Meski di awal tahun 2017 kalender memiliki sedikit hari libur nyatanya tak membuat sector pariwisata di Bantul mengalami pengurangan pendapatan. Hal ini terbukti dari meningkatnya retribusi wisata selama triwulan I sebanyak Rp600 juta  dari rentang waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul sebenarnya hanya menargetkan pendapatan di triwulan I 2017 sebesar Rp2,3 Miliar dikarenakan sedikitnya tanggal merah. Pencapaian di luar target ini membuat Dinpar bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat karena sudah menajdikan Bantul sebegai destinasi wisata.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Jati Bayu Broto di kantornya seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul.

“Kami hanya menargetkan pendapatan sebesar 2,3 miliar saja kenyataan malah mendapat 3,6 miliar, ya Alhamdulillah berarti surplus 1,3 miliar,” bebernya.

Operasi Tangkap Tangan Saber Pungli

Menurut Jati  peningkatan ini salah satunya dipicu oleh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). “Dengan operasi tersebut membuat petugas  Tempat Pemungutan Retribusi) TPR berubah, sehingga pemasukan retribusi bisa maksimal.,” jelas Jati.

Walaupun begitu Jati menilai untuk menutup semua kebocoran TPR cukup sulit. Karena TPR Parangtritis berada di akses jalan umum. Kadang ada beberapa yang lewat tidak bisa dimintai retribusi, karena mereka merupakan penduduk wilayah Pantai Parangtritis atau penduduk lain daerah seperti dari Gunung Kidul yang melintas sepulang dari bekerja.