Jelang Idul Adha 1438 H, Harga Hewan Kurban di Gunung Kidul Stabil

SIAP KURBAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul melakukan monitoring ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Gunung Kidul, Senin (21/8/2017). (Foto: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul)

Karangmojo, JOGJADAILY.COM ** Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1438 H mendatang, harga hewan kurban di Kabupaten Gunung Kidul cenderung stabil. Kesehatan hewan kurban juga terpantau aman.

Harga tersebut diperoleh dari pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul di lapangan pada Senin (21/8/2017).

Di Kecamatan Karangmojo, pantauan dilakukan di peternakan Karnoto. Berdasarkan hasil tunjauan lapangan tersebut, diketahui harga seekor sapi sekitar Rp19 juta dan Rp2 sampai 2,5 juta untuk seekor kambing. Harga ini juga berlaku di Kecamatan Semanu, yaitu di peternakan milik Prapto.

Kegiatan pemantauan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan TPID menjelang Idul Adha. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, stabilnya harga hewan kurban disebabkan ketersediaan hewan kurban di Kecamatan Karangmojo dan Kecamatan Semanu.

Dia juga mengatakan, karena ketercukupan hewan kurban, tidak perlu mendatangkan hewan dari daerah lain untuk mencukupi kebutuhan di daerah tersebut.

“Siap, cukup, dan aman untuk ketersediaan hewan kurban,” katanya dirilis Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, secara keseluruhan, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 150.331 populasi sapi, dengan jumlah sapi jantan dewasa mencapai 10.147 ekor. Sedangkan untuk kambing sebanyak 182.048 populasi dengan jumlah kambing jantan dewasa sebanyak 20.147 ekor.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul akan memastikan kesehatan hewan kurban. Pada hari pemotongan hewan kurban, ada 100 dosen dan 373 doter koas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilibatkan untuk memantau kesehatan hewan dan kelayakan hewan kurban. Tim pemantau kesehatan hewan tersebut akan disebarkan di seluruh kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk di Gunung Kidul.