Mendagri Ingatkan Bahaya Korupsi

Mendagri, Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada seluruh pejabat Pemkot Yogyakarta untuk mewaspadai terjadinya praktek korupsi dalam lawatannya beberapa waktu lalu. (Sumber: Pemkot Jogja).

Jogja, JOGJADAILY.COM ** Mendagri, Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada seluruh pejabat Pemkot Yogyakarta untuk mewaspadai terjadinya praktek korupsi. Ia meminta agar Pejabat Pemda berhati-hati dalam mengelola anggaran.

Menurutnya, ada banyak area yang masuk radar rawan korupsi. Hal tersebut diungkapkan ketika melakukan lawatan ke Yogyakarta beberapa waktu lalu. Lebih lanjut Tjahjo mengungkapkan jika area rawan korupsi itu mulai dari perencanaan anggaran, restribusi dan pajak, dana bantuan sosial, belanja barang hingga jual beli jabatan. Dalam perencanaan anggaran harus ada keterbukaan.

Tjahjo mencatat ada 77 pegawai pemerintahan hingga kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Ironisnya, yang melakukan operasi tangkap tangan adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita harus kompak, jangan jalan sendiri-sendiri dalam pemerintahan. Disini juga ada bapak-bapak dari kepolisian, kejaksaan, kodim, camat, hingga lurah, saya kembali ingatkan, mari kita saling gotong royong dalam pembangunan,” tandasnya.

Dilansir dari laman Pemkot Jogja, mendagri juga menyoal efek negatif keterbukaan informasi yang menurutnya menimbulkan banyak persoalan yang bisa mengancam keutuhan bangsa. Ia mencontohkan maraknya berita bohong atau hoaks ditengah masyarakat belakangan ini.

“Belakangan ini marak fitnah, pemutarbalikan fakta atau situasi, berita kebohongan. Setiap individu boleh berpolitik, berbeda pilihan partai, tapi jangan sampai menghina serta melakukan ujaran kebencian,” terangnya.

Dia menuturkan, Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Berbagai suku, kelompok, golongan, agama tinggal di Yogyakarta. Kebersamaan dan keberagamaan ini diharapkan dapat tetap terjaga.

“Yogyakarta adalah tujuan wisata internasional, sehingga menurutnya tantangan yang dihadapi tentu sangat banyak mulai dari radikalisme hingga terorisme dan narkoba. Saya meminta Pemda untuk terus mendeteksi kemungkinan munculnya masalah tersebu.”

Dalam kesempatan itu Tjahjo juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah mendapatkan banyak penghargaan dari Pemerintah Pusat.

“Dibandingkan dengan Kotamadya lainnya, Yogyakarta lebih banyak menyandang predikat prestasi, tinggal bagaimana memasifkan perencanaan program unggulan dengan mekanisme perencanaan yang lebih baik,” tutupnya.

Leave a Reply