Ratusan Roket Meluncur di Kota Yogyakarta

361 siswa dari SMP dan SMA se-Indonesia meluncurkan rakitan roket airnya di ajang Pesta Sains Yogyakarta 2017 di Stadion Kridosono, sabtu (9/9). (Sumber: Pemkot Yogyakarta)

Gondosuman, JOGJADAILY.COM ** Ratusan roket air diluncurkan di dalam ajang Pesta Sains Yogyakarta 2017 Stadion Kridosono, Sabtu (9/9). Selain untuk memperkenalkan teknologi kepada kalangan pelajar, ajang tersebut juga dilakukan untuk menjaring peserta berpotensi untuk ajang kompetisi di tingkat nasional.

Seperti diberitakan situs Pemkot Yogyakarta, dalam ajang kontes roket air tersebut diikuti 361 tim dari jenjang pendidikan SMP dan SMA se-Indonesia. Selaku penyelenggara, Kepala Bidang Taman Pintar Yogyakarta, Afia Rosdiana, mengatakan peserta kontes roket air tahun ini terdiri dari 250 tim tingkat SMP/MTs dan 111 tim tingkat SMA/SMK/MA.

Jumlah peserta tersebut meningkat sekitar 34 % dibandingkan tahun lalu. Peserta berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah dan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut juga dipilih 10 peserta terbaik yang berusia antara 12-16 tahun untuk dikirimkan mengikuti ajang kompetisi roket air nasional 2017.

“Kompetisi roket air nasional tersebut sebagai ajang seleksi pengiriman peserta terbaik Indonesia untuk ikut dalam ajang kompetisi roket air internasional (WRE APRSAF-24) di New Delhi India pada November mendatang,” kata dia seperti dikutip laman Pemkot Yogyakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-261 Kota Yogyakarta tersebut dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Sayuti. Peluncuran tiga roket air oleh Haryadi menjadi tanda dimulainya Pesta Sains Yogyakarta 2017.

Haryadi mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Dia berharap kegiatan itu dapat menjadi media untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa keilmuan para siswa. Melalui jiwa keilmuan, dapat mendorong untuk selalu berpikiran kritis, tidak cepat puas berpuas diri dan berusaha untuk memperoleh hasil yang terbaik.

“Kontes ini untuk mengenalkan teknologi kedirgantaraan pada siswa dan masyarakat, sekaligus untuk menanamkan teknologi kepada anak-anak sejak dini,” katanya seperti dikutip situs tersebut.

Dia menegaskan kegiatan terebut merupakan kontes bukan perlombaan, sehingga tidak ada yang menang maupun yang kalah. Semua berperan dalam rangka belajar bersama.

Haryadi mendorong agar kegiatan serupa menjadi event tahunan di Kota Yogyakarta. Hal itu akan terus dikembangkan sebagai sumbangsih Kota Yogyakarta untuk bangsa Indonesia.

Selain itu untuk menegaskan Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar sekaligus Kota Pendidikan. Terkait dengan Pesta Sains dia berharap kegiatan itu dapat berfungsi sebagai jembatan untuk memperkuat penguasaan dan keahlian di berbagai bidang keilmuan.