Realisasi STBM Ditarget 2018

Penerapan 5 pilar STBM pun ditekankan dalam kegiatan deklarasi masal STBM yang digelar di lingkungan Balaikota Yogyakarta, Rabu (13/9/2017). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh camat dan lurah se¬-Kota Yogyakarta serta perwakilan tokoh masyarakat dari setiap wilayah. (SUmber: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta, JOGJADAILY.COM ** Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan progam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tercapai di tahun 2018. Perilaku higienis pun didorong agar selalu diterapkan masyarakat.

Perilaku higienis yang biasa dikenal sebagai 5 pilar STBM di antaranya stop buang sir besar sembarangan (Stop BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum-makanan rumah tangga (PAMM RT), pengelolaan sampah rumah tangga (PS RT), dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLC RT).

Penerapan 5 pilar STBM pun ditekankan dalam kegiatan deklarasi masal STBM yang digelar di lingkungan Balaikota Yogyakarta, Rabu (13/9/2017). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh camat dan lurah se­-Kota Yogyakarta serta perwakilan tokoh masyarakat dari setiap wilayah.

Seperti dilansir laman Pemkot Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini, mengatakan untuk mewujudkan kota sehat, ke depan pihaknya akan melibatkan lintas sektor untuk memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Terlebih melihat kondisi lingkungan Kota Yogyakarta yang cukup padat penduduk.

“Prinsipnya STBM ini tujuanya untuk merubah perilaku masyarakat berprilaku hidup sehat. Artinya masayarakat dituntut untuk tidak membuang air besar di sembarang tempat. Jadi selain upaya promotif dan preventif yang kita kedepankan, hal ini juga harus melibatkan lintas sektoral untuk bekerjasama terkait sarana prasarananya. Salah satunya pembuatan IPAL dilingkungan masyarakat,” kata dia dikutip situs Pemkot Yogyakarta.

Sementara itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik kegiatan yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Dia mengatakan untuk mewujudkan kota sehat, dibutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan secara berjenjang.

Melalui program STBM, masyarakat diharapkan dapat menjalankan perilaku higienis melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang air besar di sembarang tempat serta mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.

“Sanitasi total yang baik adalah jika masyarakat sudah sadar untuk tidak membuang air besar disembarang tempat, mencuci tangan dengan sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar serta mengelola air limbah rumah tangga dengan aman,” kata dia.

Dia berharap seluruh pemangku kepentingan dari Kelurahan Siaga, Forkom Kecamatan Sehat, Lurah, Camat, Kepala OPD dan sebagainya di lingkungan Pemkot Yogyakarta dapat berperan aktif dalam peningkatan program sanitasi. Mereka diharapkan juga penciptaan kondisi yang kondusif terkait kesehatan lingkungan.