18 Karya Budaya DIY Raih Sertifikat WBTB

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menerima Sertifikat WBTB di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10/2017). (Sumber: Pemprov Yogyakarta).

Jogja, JOGJADAILY.COM ** Sebanyak 18 karya budaya di Daerah Istimewa Yoogyakarta (DIY), ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sertifikat WBTB tersebut diterima langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Pemberian sertifikat WBTB Indonesia Tahun 2017 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Pada acara itu Gubernur DIY juga sekaligus menerima penghargaan sebagai Provinsi Penerima Sertifikat WBTB Indonesia 2017 Terbanyak yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Yogyakarta, 18 dari 150 karya budaya yang tersebar di Indonesia yang ditetapkan menjadi WBTB Tahun 2017 ada di DIY. Karya budaya itu di antaranya Beksan Lawung Ageng Keraton Yogyakarta, Beksan Bandabaya Puro Pakualaman, Badui, Kuntulan Yogyakarta, Montro, Rinding Gumbreng Gunung Kidul, Srandul, Panjidur Yogyakarta, Wayang Topeng Pedalangan dan Bancakan Bayi Yogyakarta.

Selain itu ada Tata Cara Palakrama Yogyakarta, Beksan Golek Menak, Srimpi Rangga Janur, Dadung Awuk, Blangkon Yogyakarta, Krumpyung Kulon Progo, Wedang Uwuh, dan Tenun Serat Gamplong. Khusus untuk Wedang Uwuh, pada tahun ini juga diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda asli Indonesia ke UNESCO.

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Ditje Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Bidang Pencatatan dan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Penominasian dan Pengusulan Warisan Budaya Tak Benda untuk ICH UNESCO, menyatakan hingga saat ini telah mencatat sebanyak 7.241 karya budaya. Sedangkan warisan budaya yang telah ditetapkan sebanyak 594 sejak 2013-2017.

Untuk meraih predikat menjadi WBTB, harus memenuhi 15 kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah. Selain persyaratan-persyaratan administrasi yang harus dipenuhi sebelumnya.

Persyaratan tersebut di antaranya adalah memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran akan jati diri dan persatuan bangsa, sudah diwariskan dari lebih dari satu generasi, memberikan dampak sosial ekonomi, dan budaya (multiplier effect).

Leave a Reply