Heroe Poerwadi, Kalem Berdaya Ledak Tinggi

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat mengunjungi kawasan pendestrian malioboro. (Foto: Diskominfo Kota Yogyakarta)

Tidak banyak bicara namun tegas dan presisi adalah ciri khusus wakil wali kota yogyakarta ini. Heroe Poerwadi, namannya beranjak besar ketika didaulat sebagai ketua DPD PAN DIY. Pria yang juga pernah berkecimpung sebagai jurnalis ini pun sempat menjadi rebutan para calon orang nomor satu di Kota Pelajar pada pesta demokrasi lalu.

Pria kelahiran Gunungkidul 17 januari 1966 ini sebenarnya sosok yang justru lebih suka bekerja dibalik layar daripada harus tampil dimuka publik. Namun pada giliranya, hal itu tidak bisa ia hindarkan mengingatkan tingkat kepercayaan publik yang melambung pada saat itu.

Selepas menamatkan pendidikan di SMA Negeri 2 Wonosari tahun 1984 beliau melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM tahun 1984. Sedangkan gelar Srata dua di raihnya di Universitas yang sama jurusan Politik/Komunkasi pada tahun 2011.

Alumnus SMPN 1 Wonosari ini mengawali kiprah karirnya sebagai jurnalis. Bakat menulis dan pemikaran kritis membentuk heroe sebagai wartawan yang biasa malang melintang di Ibu Kota pada masanya.

17 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk seorang wartawan muda pada masanya. Bakat menjadi wartawan mencuat ketika ia berada di bangku kuliah, ketika didapuk menjadi wartawan di majalah editor.

“Sejak jadi mahasiswa di UGM saya sudah aktif di pers mahasiswa, yaitu majalah komunikasi dan sempat membentuk Kelompok Jurnalistik Publisiana (KJP)” beber Heroe.

Geliatnya sebagai kuli tinta semakin moncer ketika Heroe dilirik sejumlah media prestisius di skala nasional. Sekira tahun 1988-1996 heroe pernah bergabung bersama majalah editor, pada tahun 1996-1997 bergabung dengan majalah sinar jakarta dan pada 1977 menjadi reporter di SCTV.

Selepas dari profesi wartawan, sosok kalem ini menjadi dosen di Akademi Komunikasi Indoensia (Akindo). Di akindo ia mengampu mata kuliah diantaranya mata kuliah yang berhubungan dengan ke-jurnalistikan dan strategi programming TV.

Bahkan di Akindo Ia pernah di tunjuk sebagai Direktur selama dua periode (2004-2012). Sebagai Direktur Akindo, banyak prestasi yang diraihnya, diantaranya mempertajam kompetensi lulusan dengan memperbaiki kurikulum dan mengangkat AKINDO meraih akreditasi berpredikat A.

Ia menceritakan ketertarikannya dengan dunia politik dimulai saat ia bekerja sebagai wartawan, saat itu ia menyadari jika semua kebijakan yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak di buat oleh politisi.

Saat orde baru tumbang tahun 1998, Ia diajak rekan-rekan aktivis reformasi dan Muhammadiyah utnuk mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), walaupun Ia merupakan salah satu deklator PAN, Ia tak mau menjadi calon legislatif.

Baginya jauh lebih penting mendidik kader agar tidak hanya menjadi pemburu rente dan penguasa, tapi pejuang yang mengedepankan nasib orang banyak.

Di bidang organisasi suami Poerwati Soetji Rahajoe ini mempunyai pergaulan yang luas. Di Lingkungan rumahnya yang berada di perumahan Jambusari, Heroe juga aktif dalam kegiatan di masyarakat. Ia pernah dipilih menjadi ketua Rukun Tetangga (RT), dan kini Ia menjabat sebagai ketua Rukun Warga (RW).

Meskipun Ia sebagai Wakil Walikota Yogyakarta yang pada dasarnya adalah membantu tugas Walikota, namun pasti akan ada sejumlah program dan kebijakan yang akan didelegasikan Walikota kepada dirinya untuk di eksekusi.

“Pada dasarnya apa yang akan di lakukan oleh Pak Haryadi Suyuti saya akan selalu dampingi, begitu juga sebaliknya, disini kami ingin menciptakan kekompakan agar potensi perpecahan dan persaingan antara Walikota dan Wakil Walikota tereleminasi” katanya.

Ia optimis, Ia dan Haryadi Suyuti yang juga sudah berpengalaman selama 10 tahun bergelut di kompleks Balaikota, kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta dapat terus meningkat untuk mewujudkan Kota Yogyakarta yang berkemajuan senafas dengan Visi Misi dan Pembangunan yang telah digariskan.

Add Comment