Miftahudin Nur Ihsan, Tuangkan Simbol Pendidikan Pada Batik

Miftahudin Nur Ihsan menunjukkan batik bhineka tunggal ika. (Foto: Hanang Widiandhika)

Wirobrajan, JOGJADAILY ** Perlahan tapi pasti, Smart Batik Indonesia yang digawangi Miftahudin Nur Ihsan, mulai menunjukkan eksistensinya. Cara yang dilakukan pun cukup bagus, yaitu dengan menghasilkan karya dengan mengusung tema-tema unik.

Batik tematik pun menjadi ciri khas Smart Batik. Berbagai tema telah digarap Smart Batik seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pertanian. Kini, seperti tak ingin ketinggalan momen, Smart Batik memanfaatkan isu aktual dan mengangkat tema persatuan Bhinneka Tunggal ika. Miftahudin Nur Ihsan, pemilik Smart Batik mengungkapkan, ide pembuatan motif ini karena keprihatinannya dengan kondisi nasional saat ini.

Sejak tahun 2015, Ihsan telah merintis usaha batiknya yang diberi nama Smart Batik Indonesia dengan hanya bermodalkan pinjaman Rp 5 juta. Berbeda dari kebanyakan batik Yogyakarta yang dikenal dengan motif keratonan, batik-batik karyanya justru mengangkat tema-tema edukatif dengan warna-warna yang cerah.

Ilmu yang di dapatkan ketika Ia menempuh kuliah di jurusan pendidikan kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Negeri Yogyakarta membuatnya mengolaboraikan dengan batik karyanya, salah satunya adalah membuat motif batik sesuai dengan teori atom Thompson.

Ketika ditanya mengapa menciptakan batik tersebut, warga Ketanggungan, WB II/429, RT 57, RW 12 Wirobrajan Kota Yogyakarta tersebut berkata bahwa alasannya sangat sederhana yakni karena yang keratonan sudah banyak, jadi Ia mencoba memberikan warna baru tentang batik.

“Sebenarnya produk ini tuh bedanya karena ada motif-motif tematik, misalnya kesehatan atau pendidikan. Kalau yang ini molekul air,” ucapnya seraya menunjuk salah satu batiknya yang berwarna biru.

Selain batik, Ihsan sapaan akrabnya juga menciptakan berbagai kain jumputan, jumputan kombinasi jelujur jarum, jumputan kombinasi batik, dan lain-lain.

Motif tematik lainnya adalah motif pertanian. Selembar kain batik bergambar petani membawa cangkul, pemandangan sawah di sekitar gunung, dan gambar hasil pertanian seperti padi, singkong dan jagung merupakan tema yang didedikasikan untuk para petani Indonesia.

Menurutnya petani adalah salah satu pahlawan kehidupan yang menopang kehidupan seluruh rakyat namun seringkali jasanya terlupakan. Melalui selembar kain batik ini Smart Batik ingin menyadarkan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa jasa-jasa petani sangat penting untuk dihargai. “Marilah kita bersama-sama mencintai petani kemudian menghargai jasa-jasa para petani karena tanpa beliau kita mungkin tidak bisa hidup,” paparnya.

Selain mengangkat petani Smart Batik Indonesia juga mengangkat isu pendidikan. Batik bermotif pendidikan berisi goresan gambar yang terkait dengan pendidikan. Ada gambar gedung, laptop, sepatu, tas, pensil, penggaris dan toga.

Pesan yang ingin disampaikan lewat motif tersebut adalah bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. “Oleh karena itu, sekuat mungkin orang harus bisa menempuh pendidikan setinggi mungkin walaupun terkendala masalah biaya” katanya.

Motif pendidikan juga menjadi pelajaran tersendiri baginya, karena pada saat duduk di bangku kuliah Ia juga sempat terkendala masalah biaya, namun dengan tekad kuat dan rajin belajar dirinya berhasil mendapat beasiswa DIKTI hingga lulus.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang diperolehnya sewaktu di bangku kuliah kini Ia mampu menjalankan bisnis batik dengan motif yang tidak pasaran. Motif pendidikan adalah motif yang pertama kali ia ciptakan.

Motif tematik dan juga kombinasi antara teknik batik dan jumputan merupakan keunggulan yang dimiliki oleh Smart Batik Indonesia. Produk yang dibuat oleh Smart Batik selalu mempunyai tema dan tidak ditemukan di pasaran sehingga hanya bisa didapatkan di Smart Batik Indonesia.

Berkat inovasi-inovasi tersebut, usaha batik yang berdiri pada Juni 2015 ini sudah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan. Pada tahun 2016 Smart Batik berhasil menjadi juara I di bidang industry kreatif dalam lomba Inovasi teknologi mahasiswa yang diselenggarakan oleh DIKPORA DIY

Tak sampai disitu Smart Batik juga mengikuti seleksi pemuda pelopor kota Yogyakarta dan berhasil mendapatkan penghargaan  sebagai pemuda pelopor Kota Yogyakarta di bidang social, budaya, pariwisata dan bela Negara.

Berikutnya Smart Batik Indonesia mengikuti lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diselenggarakan oleh Balai Pemuda Olahraga dan berhasil meraih juara I di bidang Jasa perdangan.

Ia pun juga mengikuti kompetisi Dekranas Kota Yogyakarta Award dan berhasil menjadi Rising Star mendapatkan penghargaan Dekoya Bagaskara. Terkhir ikut kompetisi UKM WOW dan produk Smart Batik Indonesia dinyatakan berhak menyandang sebagai UKM WoW 2016.

Add Comment