Pandu Estu Pahlawan, Duta Remaja Generasi Berencana 2017 yang Suka Berolahraga

GEMILANG – Pandu Estu Pahlawan saat menjuarai Duta Remaja Generasi Berencana (GenRe) tahun 2017 Kota Yogyakarta. (Foto: Kurniawan Sapta Margana)

Umbulharjo, JOGJADAILY.COM ** Pandu, demikian panggilan akrabnya. Ia bernama lengkap, Pandu Estu Pahlawan. Pemuda asal Muja Muju Umbulharjo tersebut adalah salah satu pasangan Juara I Duta Remaja Generasi Berencana (GenRe) tahun 2017.

Duta GenRe 2017 diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Yogyakarta sebagai tindak lanjut program keluarga berencana. Dengan pemilihan Duta Remaja GenRe, sosialisasi program generasi berencana di kalangan remaja dapat berjalan.

Pemilihan Duta Remaja GenRe juga bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja berkarakter sehat dan berbudi luhur, guna terwujudnya program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sebagai bagian penting dalam mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Seorang GenRe dituntut bisa menyosialisasikan program pemerintah, baik itu yang terjebak dengan kasus narkoba maupun kawin muda, hingga akhirnya kondisi itu bisa dikurangi.

“Tugas yang paling berat dari para GenRe adalah bagaimana memberikan pemahaman terhadap para remaja agar tidak terjebak dalam kasus kawin muda untuk menekan laju pertumbuhan penduduk serta tidak lupa mendorong remaja agar memiliki motivasi untuk mengembangkan potensi diri dan bekal dalam hal kemandirian, sehingga siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Pandu, beberapa waktu lalu.

Pandu merupakan putra pasangan suami istri, Suparjo dengan Sriharyani. Saat ini, ia sedang menempuh studi di Universitas Widya Mataram Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Pemuda yang lahir saat Hari Pahlawan, tepatnya 10 November 1996, semasa remajanya memang sangat aktif di sekolah.

Saat menempuh studi di SMK Negeri 5 Yogyakarta, segudang kegiatan di sekolah telah dijalaninya, mulai menjadi Ketua OSIS, anggota Paskibraka, pernah pula menjuarai Penyuluhan Remaja Tingkat Wira serta tidak pernah berada di luar Peringkat 4 Besar semasa studi di SMK Negeri 5. Pun demikian dengan kegiatan ektra kurikuler, mulai dari pramuka, badminton, bolavoli, futsal, tonti (baris-berbaris), semua pernah dilakukannya.

Pemuda lulusan Jurusan Animasi SMK Negeri 5 Yogyakarta tersebut pernah mengerjakan project film dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berjudul ‘Timun Mas’ bersama 3 orang rekannya dan dibantu oleh Funymation.

Mudah Bergaul

Pada dasarnya, Pandu memang sosok yang mudah bergaul. Keterlibatannya dalam aktivitas sosial di masyarakat tak terlepas dari didikan orangtuanya yang juga menjadi pengurus kampung. Kegiatan yang sering dijalaninya adalah menjadi pembawa acara di berbagai kegiatan yang diadakan oleh RW maupun tingkat kelurahan. Terakhir, ia menjadi pembawa acara saat Pentas Seni Peringatan HUT Kota ke-261 Kelurahan Muja-Muju.

Bukan hanya itu, Pandu juga salah satu Pelopor Ketertiban (Pekerti) Forum Kampung Panca Tertib yang digagas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta. Banyak hal-hal baru yang diperoleh Pandu dari kegiatan ini.

Selain belajar berkomunikasi efektif agar masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang dibuat dalam komitmen FKPT (melalui sosialisasi, media, banner, dan lainnya), juga memiliki kepekaan terhadap masalah sosial yang ada di kampung.

Ada pesan yang selalu diingatnya semasa sekolah, yaitu untuk selalu menjaga attitude atau perilaku dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Tak Menyangka Juara

Sewaktu proses pemilihan beberapa waktu lalu, pasangan Pandu menyisihkan 9 pasangan lainnya. Proses pemilihannya pun melalui beberapa tahap, antara lain tes tertulis hingga berlanjut saat penjurian di babak final.

Pun saat terpilih menjadi Duta Remaja GenRe, dirinya bersama teman-teman finalis lainnya memiliki tanggung jawab ikut menjadi model, contoh, dan teladan bagi remaja lainnya dan masyarakat serta menyiapkan remaja yang berperilaku sehat dan berakhlak mulia.

Ada cerita menarik saat dirinya ditunjuk untuk mengikuti pemilihan Duta GenRe.

“Saya tak pernah menyangka bisa sampai lolos ke babak final, padahal dari awal saya hanya ingin memenuhi mandat dari Ketua RW 12 dan Lurah Muja Muju. Dan saya masih ingat betul, tes tertulisnya cukup sulit. Apalagi beberapa peserta merupakan anggota bahkan Pengurus PIK-R di wilayah masing-masing. Sementara saya mengetahui hal-hal tentang remaja hanya melalui pembelajaran di sekolah semasa SMK, seminar, serta fakta yang ada di masyarakat saja. Ada satu soal yang buat saya pusing, yaitu mengenai istilah kesetaraan gender. Dan saya pasrah akan hasil akhirnya,” Pandu berkisah.

Ia menambahkan tentang kesukaannnya pada olahraga.

“Saya sangat senang berolahraga. Karena, dengan berolahraga, selain memperkuat tubuh kita, otak kita pun akan tetap aktif. Selain itu, dengan berolahraga kita akan bertemu banyak orang dengan beragam latar belakang dan belajar bersosialisasi serta bertukar pengalaman,” ungkap Pandu.