Prima Wisnu Wardhana, Belajar Dari Kegagalan

Prima Wisnu Wardhana. (Foto: Koleksi Pribadi)

Masih hangat diingatan kita tentang atlet muda asal Kota Yogyakarta yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Meski berdarah muda, Pemilik nama lengkap Prima Wisnu Wardhana ini tidak kecil hati menunjukkan tajinya. Bahkan Prestasinya pun ternyata buah dari kegagalan.

Prima sapaan akrab Prima Wisnu Wardhana ini mengaku tidak mudah meraih emas pada SEA Games 2017 nomor compound individu putra. Remaja kelahiran 13 Oktober 1995 ini mengaku telah melewati jalan panjang, terjal dan keras. Jauh sebelum mengikuti Sea Games 2017 di Malaysia ia sempat mengalami sejumlah kegagalan.

Warga Purwanggan Pakualaman Kota Yogyakarta ini sempat gagal ke sea games 2015 di Singapura. Ketika itu Prima tidak berhasil lolos dalam seleksi tim panahan Indonesia. Namun Prima berhasil bangun dari kegagalannya tersebut.

“2015 itu SEA Games di Singapura, tetapi saya tidak berangkat. Sebelum SEA Games itu kan ada seleksi untuk tim inti, dan saya waktu itu tidak lolos,” ceritanya.

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini justru termotivasi dan semangatnya pun semakin terpecut. Atlet 21 tahun inipun lantas berlatih lebih keras demi mencapai prestasinya, bahkan tidak pandang waktu, Prima berlatih siang malam.

“Setelah kegagalan itu saya memang bertekad untuk ikut SEA Games berikutnya. Saya latihan sampai maghrib, sampai pagi hari saya sempatkan berlatih sebelum kuliah,” ungkap Prima.

Nyaris tiada hari tanpa latihan, semua waktunya ia gunakan untuk berlatih. Ia berjalan kaki dari rumahnya menuju Pura Pakualaman untuk menempa kemampuan bidikan busur panahnya. “Kalau tidak jadwal mata kuliah, saya berlatih sejak pukul 09:00 hingga maghrib,” urainya.

Namun bagi anak kedua dari pasangan Putu Aryasa dan Nurhayani ini kuliah bukanlah menjadi beban dan alasan baginya untuk tidak berlatih. Bahkan ia mengaku harus mencuri waktu ditengah jadwal kuliahnya.

“Setiap ada waktu jeda kuliah atau kuliah siang, saya sempatkan menuju lapangan panah di UNY untuk berlatih,” tutur Prima.

Buah dari ketekunannya berlatih pun mulai terlihat ketika Prima berhasil meraih posisi pertama pada ajang kualifikasi PON 2016 di Jawa Barat. Namun lagi-lagi Prima harus bernafas panjang karena ia akhirnya tersisih di babak eliminasi.

Meski begitu, nasib mujur masih berpihak pada Prima. Karena posisinya berada paling puncak ia pun akhirnya mendapatkan panggilan untuk tim Sea Games Malaysia.

Meski bernafas lega karena sudah mengantongi tiket ke sea games Malaysia, ternyata batu ujian masih harus ia alami. Konsentrasi Prima sedikit buyar ketika mendengar sang ibunda masuk rumah sakit menjelang keberangkatanya ke Malaysia.

“Namun saat itu papa pesan untuk tidak usah memikirkan mama dulu karena sudah ada keluarga yang menjaga, fokus saja berjuang untuk negara, dan saya minta doa restu,” tukasnya.

Prima mengaku selain berlatih dengan tekun, prestasinya ini juga merupakan buah dari doa restu kedua orang tuanya.

Add Comment