Panut Mulyono, Kutu Buku yang Kini Menjadi Pelayan Mahasiswa

Panut Mulyono (Foto:UGM Press)

Pria yang terkenal murah senyum dan ramah ini lahir dan besar di Desa Sinungrejo, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, 1 Juni 1960 silam. Panut merupakan anak pertama dari 7 bersaudara.

Pria  yang sudah sudah empat tahun menjadi dekan Fakultas Teknik UGM itu pun kini menjadi Rektor UGM.

Lahir di keluarga sederhana, sejak kecil, Panut terbiasa hidup prihatin. Sang ayah, yang berprofesi sebagai guru SD, berpenghasilan tak seberapa. Karenanya, ia harus bersusah payah menghidupi keluarga sekaligus menyekolahkan Panut dan adik-adiknya.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, sang ayah tetap memperjuangkan agar anak-anaknya tetap mengenyam pendidikan. Bahkan ayahnya berjuang hingga anaknya lulus perguruan tinggi.

Panut juga menginisiasi setiap prodi dan departemen mendirikan semacam dewan penasihat atau advisory board. Dewan tersebut berisi alumni yang bisa memberikan masukkan bagi pengembangan pendidikan dan pengajaran.

Sewaktu mahasiswa, keseharian Panut Mulyono dihabiskan di Perpustakaan UGM. Di musim Ujian Akhir Semester, Suami dari Indrianti ini selalu berdiam diri di perpustakaan sampai tutup, lalu pindah ke Gelanggang Mahasiswa UGM untuk melanjutkan belajarnya.

Sejak menjadi dekan, Pria yang di kenal sebagai kutu buku ini dikenal sebagai pemimpin yang sangat mudah ditemui dan diajak berdiskusi oleh mahasiswa. Komitmennya terlihat ketika ia menyampaikan kesiapannya menjadi pelayan bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan, dan siap ditemui kapanpun.

Selama empat tahun menjadi dekan, Panut berhasil membawa 12 prodi S1 di Fakultas Teknik terkareditasi A. Sebagian prodi S2 dan S3 pun terakreditasi A.

Selain itu, Panut memilih untuk tidak banyak bertugas di luar kantornya, bahkan membatasi diri pergi tugas ke luar negeri sekalipun. Ia tidak segan untuk diajak bertemu dan ngobrol dimana pun. Ia berusaha membalas segera setiap pesan yang masuk ke ponsel pintarnya.

Guna menjaga komunikasi dengan mahasiswanya, Ia kerap menggelar pertemuan  dengan pengurus BEM dan keluarga mahasiwsa tingkat jurusan dan departemen. Dalam pertemuan tersebut Panut tak segan meminta mahasiswa untuk  mengkritiknya dan meminta masukan padanya.

Usai terpilih menjadi rektor UGM, Panut berkomitmen untuk melakukan pembenahan di internal kampus. Selain itu juga melanjutkan program yang sudah dilakukan oleh rektor sebelumnya.

Ada pun beberapa program yang nantinya akan dilanjutkan lagi yakni menyangkut hilirisasi hasil riset, dimana harapannya adalah bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu juga mendorong dosen agar lebih produktif dalam melakukan penelitian.

Panut mengaku berkomitmen tidak akan memberi atau menjanjikan secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan maupun bentuk lainnya yang diketahui atau patut diduga bahwa yang meminta atau yang akan diberi  berkaitan dengan jabatan atau pekerjaannya mengatasnamakan institusi.

Panut berjanji akan transparan dalam seluruh kegiatan yang diperbolehkan peraturan perundang-undangan sesuai wewenangnya. Ia juga akan melaksanakan sanksi dan insentif/disinsentif bagi pengungkap suap/KKN atau pelanggar pakta integritas.

Add Comment