Para Arsitek Muda Merancang Kawasan DIY

Helena Steinhausl dari Austrian Ambasador to Indonesia, joins at Architect Discussion with Thomas weber serta member of the chamber of aricthitecs Vienna Michael Salvi dan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY Ahmad Syaifuddin dalam acara pembukaan Aystrian Architecture  Exhibition di Jogja Gallery, Rabu (17/1/2018) pukul 20.00 WIB. (Foto: Agung Rahardja)

Yogyakarta, JOGJADAILY**Para Arsitek muda baik dari dalam negeri maupun luar negeri unjuk kebolehan memberikan karya rancangan penataan sebuah wilayah ataupun perkotaan. Termasuk diantaranya karya rancangan kawasan DIY yang memiliki value keistimewaan.

Ada puluhan karya rancangan proyek penataan Kota terkumpul dalam acara pameran bertajuk “Jogja Vienna Young Architecture Exhibition” di Jogja Gallery,  17- 30 Januari. Pameran bersama yang dihelat Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY dan Young Viennese Architects & Landscape ini memampangkan karya – karya prestisius arsitek muda.

Menariknya dari pameran tersebut 70% dari 50 karya terpilih dirancang oleh Arsitek Muda Jogja. Mereka menyumbang gagasan tidak hanya untuk Jogja tapi juga kota – kota di Indonesia dan bahkan di luar negeri.

Ketua Tim Juri Ikaputra menjelaskan gagasan rancangan yang terseksi meliputi berbagai persyaratan. Antara lain pemikiran kembali nilai tradisional pemukiman warga dengan mempertimbangkan alam tropis. Seperti rumah kampung, home stay, konsep pekarangan dan gang Kampung. Berikutnya konsepsi masjid, kapel, hotel, taman, koridor hijau kota. Juga terkait kepedulian terhadap masalah kaki lima, pejalan kaki, bangunan pusaka, kota ramah lingkungan, taman komunitas, dan lannya.

Sebanyak 50 karya yang terpilih dipamerkan bersama karya arsitek muda Austria yang memiliki kantor di Wina dan setidaknya satu karya terbangun di kota tersebut. Mereka diinisiasi dan didukung oleh Pemerintah kota Wina.

“Kota Wina merupakan satu diantara 10 kota dengan kualitas hidup yang terbaik di dunia selama delapan tahun berturut-turut sejak 2011. Penting bagi para arsitek belajar dari Wina dan berbagi pengalaman,” papar dia.

Menurut Ikaputra pameran karya arsitektur ini merupakan kiprah dan perwujudan dari berbagai pemikiran kreatif yang diungkapkan sebagai kontribusi demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik. “Sekalipun mungkin masih berwujud gagasan yang belum terbangun namun sebagai karya arsitektur sudah dapat berkomunikasi,” tutur dia.

Dari puluhan karya rancangan diatas banyak diantaranya mengkonsep rancangan kawasan DIY. Perinciannya karya arsitektur, dengan arsitek asal DIY, lokasi proyek  dipamerkan di DIY, karya arsitektur dengan arsitek asal DIY, lokasi proyek yg dipamerkan di luar DIY: 14 karya, karya arsitektur dengan arsitek asal luar DIY, lokasi proyek dipamerkan di DIY: 1 karyar, karya arsitektur dengan arsitek luar DIY, karya di luar DIY :4 karya.

Berikutnya karya arsitektur lansekap dengan arsitek asal DIY, lokasi karya DIY : 5 karya, karya arsitektur lansekap dengan Arsitek asal DIY, lokasi karya luar DIY: 4 karya, karya asitektur lansekap, asal arsitek luar DIY, lokasi karya luar DIY: 3 karya serta karya mahasiswa arsitektur DIY: 3 karya.

Ketua IAI DIY Ahmad Saifuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang pameran arsitek tersebut sebagai cara elegan bagi arsitek profesional mengenalkan karyanya. Ketika dua negara dan kultur yang berdeda bertemu maka mereka bisa saling belajar tentang apa yang sama.

“Disitu indahnya kebersamaan,” terang dia.

Panitia kegiatan Erlangga Winoto mengatakan pameran tersebut terselenggara berkat kerjasama Young Viennese Architects & Landscape Architects & Austrian Embassy Jakarta, IAI DIY, Departemen Teknik Arsitektur & Perencanaan Universitas Gadjah Mada, Jogja Gallery, dan Yogyakarta Young Architect Forum. Pameran tersebut merupakan hasil seleksi panitia lebih dari 70 karya rancangan pendaftar yang masuk.

Adapun tim juri terdiri dari Ikaputra, Ahmad Saifuddin mutaqi, Eko Agus Prawoto, Sita Adhisakti. Menghadirkan Which Will be officiated by Helena Steinhausl dari Austrian Ambasador to Indonesia, joins at Architect Discussion with Thomas weber serta member of the chamber of aricthitecs Vienna Michael Salvi.

“Pantia juga menyampaikan undangan kepada Walikota Jogja dengan harapan rancangan terkait Jogja bisa dijadikan referensi dalam menata Kota Jogja,” tandas anggota IAI DIY, itu.