Ratusan Peserta Ikuti Seminar Arsitek

Ketua Ikatan Aristek Indonesia (IAI) DIY Ahamd Saifuddin (tengah) bersama para pembicara di acara seminar Going Global yang digelar oleh Fakultas Arsitek dan Design UKDW Yogyakarta dan IAI DIY di kampus tersebut, Jumat (9/2/2018). (Foto: Agung Rahardja)

Yogyakarta, JOGJADAILY ** Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mengadakan seminar bertema Going Global, Jumat, (9/3/2018).

Acara yang diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan praktisi dan mahasiswa ini dihadirkan narasumber utama Haris Kuntjoro, Principal Architect dari InPlace Design, Biro Perancangan Arsitektur dengan reputasi mendunia yang berkantor pusat di Baltimore, Amerika Serikat. Selain itu dihadirkan pula Vidya Spaey, praktisi arsitek yang memiliki pengalaman bekerja di DP Architect Singapore, serta Ketua IAI DIY, Ahmad Saifudin.

Koordinator acara, Yohanes Satyayoga, menyampaikan bahwa kurikulum pendidikan arsitektur di UKDW bertujuan untuk membekali mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional di bidang arsitektur yang mampu bersaing secara global, namun tetap memiliki akar identitas lokal yang kuat.

“Melalui acara seminar ini, diharapkan akan memperluas wawasan serta memberikan perspektif baru terhadap dunia praktik arsitektur internasional terutama bagi mahasiswa dan profesional muda, yang akan berguna sebagai tambahan bekal untuk menapaki dunia praktis arsitektur, baik pada skala lokal maupun internasional” papar dia.

Kaprodi Arsitektur UKDW, Dr.-Ing Sita Yuliastuti mengemukakan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya tentang Program Profesi Arsitek (PPAr), yang rencananya akan segera dibuka di FAD-UKDW. Pembelajaran dari arsitek profesional akan memberikan gambaran yang nyata tentang bagaimana berprofesi yang baik sebagai arsitek.

Haris dan Vidya, sebagai praktisi yang telah banyak berkarya di mancanegara, memaparkan bagaimana mereka merintis karir di luar negeri. Vidya berkarya di sebuah konsultan arsitektur ternama di Singapura. Haris yang telah hampir 20 tahun berkarya di Amerika Serikat sebagai arsitek menyampaikan bahwa sebenarnya dari sisi kemampuan merancang, arsitek Indonesia tak kalah dibanding arsitek Amerika.

Sedangkan Ahmad Saifudin menekankan bahwa profesi arsitek telah sah secara undang undang. Arsitek menurutnya berperan sangat penting dalam pembangunan negara.

”Oleh karena itu, sudah selayaknya profesi arsitek mendapat perhatian yang serius. Keberadaan Program Profesi Arsitek akan mendukung persiapan para calon arsitek muda untuk dapat berkembang menjadi arsitek profesional mandiri,” tandas dia.