Bakso Bakar Sambal Sate Ayam Ala Cak Toyib Suramadu

LARIS - Bakso bakar Cak Toyib Suramadu di sebelah utara Kompleks Ponpes Al-Munawwir Krapyak. (Foto: Arif Giyanto)
LARIS – Bakso bakar Cak Toyib Suramadu di sebelah utara Kompleks Ponpes Al-Munawwir Krapyak. (Foto: Arif Giyanto)

Mantrijeron, JOGJADAILY ** Namanya Bakso Bakar Cak Toyib Suramadu. Tak hanya bermenu bakso. Ada pula tahu bakar. Sambalnya pun khas. Sambal kacang yang biasanya dilulurkan bersama sate ayam. Gurihnya lebih nikmat. Serasa merengkuh banyak rasa dalam satu kecapan. Peluang usaha yang unik dan menjanjikan.

Bila pernah berkunjung ke Alun-alun Kidul Keraton, Anda pasti akrab dengan bakso bakar. Jajanan murah meriah itu menghampar hampir di setiap sudut Alkid. Sejak sore hari, penjaja bakso bakar memanjakan pengunjung tempat wisata yang penuh sepeda berlampu warna-warni itu dengan makanan penggoyang lidah karena pedasnya. Seperti tak ada bedanya tua dan muda. Mereka mengantre bakso tusuk yang dibakar berbonus asap pembangkit selera makan. Ya, kepulan asap bakaran bakso menjadi wewangian khas suasana malam Alkid Jogja.

Namun, bukan bakso bakar di Alkid yang akan diketengahkan redaksi kali ini. Selain telah banyak yang mengetahui, rasanya setiap orang memang membutuhkan pembanding, agar hidup menjadi lebih sensasional. Meski bernama sama, bakso bakar kali ini memiliki kekhasan yang susah dicari sejenisnya. Padahal, rumusnya tak terlalu sulit. Anda dapat mencobanya sendiri di rumah. Menghadirkan kelezatan bakso bakar dengan tangan Anda seorang.

Dari Alkid Jogja, berjalanlah ke selatan, arah Kandang Menjangan. Sebelum Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, tempat banyak ulama ternama di negeri ini mengaji dahulu, sebelah kiri jalan, Anda akan bertemu dengan seorang Madura yang ramah dan ceria bernama Cak Toyib. Tidak seperti umumnya pedagang bakso bakar yang menggunakan sepeda motor untuk menjajakan dagangannya, ia mengandalkan gerobak biasa untuk berjualan bakso bakarnya.

Semerbak asapnya menarik selera siapa pun yang lewat. Baunya harum tak menyengat. Selain menyasar para santri yang jumlahnya ratusan itu, Cak Toyib memilih lokasi yang padat penduduk, tapi sejuk berpepohonan banyak. Beberapa kantor dan hotel yang beroperasi di Mantrijeron terus menambah jumlah konsumen setia Cak Toyib. Terutama remaja perempuan dan karyawati, meski tak sedikit pula para Bapak yang turut menemani anaknya membeli bakso bakar alas Madura itu.

1000 Tusuk Per Hari

Lantas berapa banyak bakso bakar yang biasanya terjual per hari? Cak Toyib bercerita, dalam sehari, ia mampu menjual bakso bakar ramuan istrinya itu hingga 1000-an tusuk. Ia berdagang bakda Asar, atau pukul 03.00 sore, dan pulang bakda Isya. Terkadang bisa lebih cepat, karena semua telah laku terjual.

Harga bakso bakar Cak Toyib sama dengan bakso bakar yang dijual di Alkid, Rp1.000 per tusuk. Berarti dalam sehari, Cak Toyib beromset Rp1 juta. Bila sebulan, omset bakso bakar Madura itu sebesar Rp30 juta. Angka yang sangat besar untuk ukuran bisnis bergerobak di pinggir jalan.

Lebih lanjut, Cak Toyib menyebut, biaya operasional per hari bisnisnya itu adalah Rp 400 ribu. Wah, mahal juga, ya? Menurut Cak Toyib, racikan bumbu yang berbeda dengan bakso bakar lainlah alasan besarnya biaya operasional. Meski demikian, sudah jelas di mata bahwa keuntungan bersih berbisnis bakso bakar ini sekira Rp600 ribu per hari. Bila diakumulasikan sebulan, Cak Toyib dapat menafkahi keluarganya dengan pendapatan Rp18 juta. Angka yang sangat menggiurkan, bukan?

Cak Toyib rela merogoh kocek lebih dalam untuk membuat produk berkualitas, meski hanya bergerobak. Ia tahu cara merawat pembelinya. Karena dengan sajian maksimal, pembeli dari tempat yang jauh pun akan datang untuk sekadar memuaskan hasrat memakan bakso bakar khas Madura milik Cak Toyib. Jadi tak tanggung-tanggung, ia menghabiskan biaya pembuatan bakso sebesar Rp400 ribu per hari untuk sebuah pelayanan prima.

Sepintas, bakso bakar Cak Toyib tak berbeda dengan bakso bakar keliling lainnya. Beberapa bulat bakso ditusuk bak sate kemudian dibakar sekian waktu. Setelah dirasa cukup, aroma arang itu kemudian dibalut sambal khusus. Namun, setelah memesan, Anda baru tahu, bakso bakar Cak Toyib memang berbeda. Pertama, Anda akan ditanya, “Pilih bakso atau tahu?” Karena, selain menjajakan bakso bakar, gerobak Cak Toyib juga berisi tahu bakar dengan kualitas bagus. Anda lantas dapat memilih bakso, atau tahu, atau keduanya, dengan jumlah tusuk yang juga Anda tentukan.

Usai tusuk bakso diangkat dari bara, Anda kembali ditanya, “Pedas atau tidak?” Sebab, Cak Toyib menyajikan dua pilihan tingkat kepedasan bakso bakar; biasa atau pedas. Nah, setelah Anda menentukan pilihan, Cak Toyib kemudian melumuri bakaran yang Anda pesan dengan sambal. Di sinilah perbedaan khasnya. Bagi Cak Toyib, memakan bakso dan tahu bakar itu lebih enak bila bersalut sambal kacang yang biasanya digunakan untuk sate ayam. Aromanya menggugah selera, dan setelah dikunyah tidak mengecewakan.

Bakso dan tahu bakar terasa lezat, karena ada ekstrak rasa sate ayam. Campur-baur rasa membuat kunyahan Anda semakin khusyuk, hingga lupa jumlah tusuk yang telah dimakan. Anda tak perlu membeli bakso, sate ayam, dan tahu di tempat berbeda. Hanya dengan memakan bakso bakar khas Madura milik Cak Toyib, Anda dapat merasakan kelezatan ketiganya.

Penawaran Kerja Sama

Kabar baik lainnya, Cak Toyib bersedia bekerja sama untuk memasarkan bakso bakar andalannya itu. Pengembangan bisnis telah digagas, meski perlahan, melihat respons pembeli yang terus membaik hari per hari. Ia juga telah membuka gerobak sejenis di beberapa titik kota lain, meski belum banyak. Nasibnya tak jauh berbeda dengan gerobak Cak Toyib. Diminati hingga ratusan tusuk bakso bakar yang terjual saban harinya.

Rumus dan formula bisnis yang tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu mencobanya. Apalagi bila Anda penggemar semua makanan bersate atau bersambal. Tentu menyenangkan berbisnis sesuatu yang Anda juga menyukainya. Cak Toyib telah membuktikan, gerobak bakso bakarnya tiba-tiba menjadi sakti, lantaran ia dapat melihat hal pembeda kelezatan bakso bakar yang tidak dimiliki pedagang lain. Sederhana saja. Sebab, ia hanya mengganti sambal biasa dengan sambal sate ayam, serta menambahkan menu tahu dalam gerobaknya.

Cara membuat bakso dan memilih tahu yang tepat juga telah banyak diketahui. Asalkan tidak curang dalam meracik bahan, dengan mengedepankan kebersihan dan kualitas menu, tentu pembeli akan ketagihan. Sebab, pelanggan setia terkadang dapat beralih pedagang hanya gara-gara pelayanan yang tidak memuaskan.

Hari telah meremang petang. Sebentar lagi, Magrib akan datang. Beberapa perempuan muda yang mengantre bakso bakar Cak Toyib mulai membubarkan diri. Mereka pulang membawa bakso bakar dengan jumlah tusuk bervariasi. Ada yang 3, ada pula yang 5 tusuk. Tampaknya bakso bakar khas Madura milik Cak Toyib ini memang pemuas hasrat jajan saja, bukan pembuat perut kenyang. Terkadang, air liur terasa hendak mengalir bukan karena lapar, tapi terangsang aroma asap bebakaran bakso dan tahu bakar Cak Toyib.

Jalanan yang bila ditarik lurus menghubungkan Plengkung Gading dan Kandang Menjangan itu semakin gelap dan azan Magrib pun berkumandang. Senyum Cak Toyib terus mengembang lantaran dagangannya hendak habis terjual. Ia optimis, para pembelinya esok akan kembali lagi. Mereka merindukan adonan tepung bulat bertusuk yang dibakar di atas bara, ditambah luluran sambal kacang sate ayam karya Cak Toyib.

Kini kembali pada para pembaca sekalian. Peluang bisnis bakso bakar khas Madura ini menjadi salah satu referensi yang dapat Anda coba. Layak dan menjanjikan, karena berbeda, serta tak terlalu sulit membuatnya.