Kadin Kelautan dan Perikanan DIY: Transfer Pengetahuan dan Teknologi Mendesak Dilakukan kepada Nelayan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DIY, Andung Prihadi Santosa. (Foto: Arif Giyanto)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DIY, Andung Prihadi Santosa. (Foto: Arif Giyanto)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Untuk memaksimalkan potensi maritim, perlu dibentuk badan kemaritiman yang berwenang komprehensif mengatur dinamika dan potensi maritim. Badan tersebut terdiri dari ahli oseanologi, ekonom maritim, ahli konservasi, ahli hukum laut, dan kepakaran terkait.

“Produk laut itu 100 persen menyejahterakan kita. Sayangnya, sistem pemerintahan kita masih matra darat. Undang-undangnya pun begitu. Misalnya, implementasi UU 32/2005 tentang Otonomi Daerah memberlakukan pembagian laut yang tidak masuk akal,” ujar Andung Prihadi Santosa, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DIY.

Andung memaparkan, hanya 2186 nelayan yang tercatat memiliki Kartu Nelayan di DIY. Dengan hak eksplorasi sejauh 113 kilometer laut, angka tersebut seharusnya bisa lebih tinggi.

“Nelayan kita sudah tua-tua. Sementara yang muda telah lama terdoktrin bekerja di darat,” lanjutnya.

Menurut Andung, transfer pengetahuan dan teknologi mendesak dilakukan kepada nelayan.

“Diklat, pendidikan, dan magang, sebaiknya dilakukan serius untuk membentuk kemampuan nelayan yang bagus, biar tidak kalah bila dibandingkan nelayan Jepang, misalnya. Nelayan juga sebaiknya disertifikasi,” kata Andung.

Selain itu, lanjutnya, kelembagaan untuk mengelola potensi maritim juga harus kuat, baik SDM, biaya, atau kewenangan. Regulasi menjadi prioritas selanjutnya. Penerapan sanksi yang tegas atas nama kedaulatan sudah selayaknya dilakukan.

“Terakhir, regenerasi ahli maritim dari dunia pendidikan sangatlah penting. Beasiswa khusus bagi mereka yang concern pada dunia maritim dapat dijadikan salah satu program penting,” tuturnya.

Sementara itu, Suwarman Partosuwiryo, Kabid Perikanan DKP DIY, mengistilahkan perubahan orientasi maritim dengan menyeimbangkan paradigma pembangunan antara land based socio-economy development dengan marine based socio-economy.

Pada puncak Peringatan Hari Nusantara 2013 di Palu Sulawesi Tengah, Pemprov DIY mendapat dua penghargaan. Pertama, Juara I Tingkat Nasional Kelompok Pembudidaya Ikan Nila Tegal Makmur Godean Sleman. Kedua, Juara I Konsultan Keuangan Mitra Bank, Pendamping UKM Perikanan-Kelautan.

Hasil Perikanan Laut Minim

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) DIY mencatat, produksi perikanan DIY tahun 2010 mencapai 41.558,4 ton atau naik sebesar 70,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 24.343,4 ton.

Sekitar 93,92 persen dari total produksi perikanan merupakan hasil budidaya perikanan darat dan selebihnya 6,08 persen adalah hasil perikanan laut. Produksi terbesar perikanan darat berasal dari budidaya di kolam yang mencapai 37.934 ton (97,18 persen) disusul hasil dari budidaya sawah sebesar 483,58 ton (1,24 persen).