Menilik Industri Kreatif Dusun Cempluk Dlingo

Pengrajin Keris Dlingo. (Foto: Panduan Wisata)
Pengrajin Keris Dlingo. (Foto: Panduan Wisata)

Bantul, JOGJADAILY ** Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki daya potensi kreatif produksi masyarakat di berbagai pelosok. Salah satunya, Dusun Cempluk, Mangunan, Dlingo, Bantul. Di sana banyak pengrajin potensial, terutama pengrajin kayu seperti souvenir, peralatan rumah tangga.

Dirilis Humas Pemprov DIY, Jumat (27/6), bahkan ada pengrajin keris yang turun-temurun menggeluti profesinya hingga menghasilkan aneka keris memikat, karya budaya adiluhung.

Dalam mengkreasi hasil karyanya, banyak pengrajin Dusun Cempluk yang tetap peduli lingkungan, meski ada juga yang menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan karyanya.

Mereka berupaya meminimalisasi limbah kayu agar tetap ramah lingkungan. Bahkan diupayakan dari hasil limbah tersebut untuk tetap menghasilkan produk bermanfaat, sehingga meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.

Daerah ini ternyata masih jauh lebih baik dibanding daerah lain. Nantinya daerah ini bisa dikembangkan menjadi desa wisata.

Sekretaris Dekranasda DIY, Roni Guritno, menjelaskan, pihaknya akan terus mendampingi para pengrajin di dusun ini. Di samping itu, mengangkat hasil produksi hingga bisa diekspor.

Sementara Kadus Cempluk, Parjiono, mengharapkan bantuan peralatan dan modal, sehingga dapat melayani order skala besar maupun sedang. Saat ini, mereka tidak berani menerima order tersebut karena memiliki keterbatasan.

Pengembangan IKM Industri Kreatif

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY mencatat, jumlah IKM industri kreatif DIY pada 201 berjumlah 34.978.

Pengembangan industri kreatif Daerah Istimewa Yogyakarta yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan melalui Program Pembinaan dan Pengembangan Industri Kreatif melalui tiga kegiatan berikut.

Pertama, Jogja Fashion Week, melibatkan 100 UKM di Jogja Expo Center Yogyakarta.

Kedua, Pengembangan Industri Kreatif. Kegiatan tersebut terdiri dari Pameran Industri kreatif dengan peserta 30 IKM serta Lomba Animasi, Lomba Lukis Busana, dan Lomba Cinderamata dari bahan daur ulang.

Ketiga, Pelatihan Pengelolaan UKM berbasis IT, terdiri dari Pelatihan Pengelolaan Usaha dengan peserta sebanyak 40 UKM serta Pelatihan Standarisasi IT Internasional dengan peserta sebanyak 10 orang.

Pemerintah berharap, jumlah IKM industri kreatif Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat, sehingga target yang telah ditentukan, yaitu jumlah IKM industri kreatif pada 2014 berjumlah 34.018 akan dapat dicapai.