NH Dullah, Maestro Bakso dan Jip

NH Dullah. (Foto: Arif Giyanto)
NH Dullah. (Foto: Arif Giyanto)

Bantul, JOGJADAILY ** Apabila Anda berkunjung ke pusat kota Bantul, sekitar setengah jam dari Kota Jogja, lewatlah jalan melingkar ke barat. Anda akan berjumpa dengan menu kuliner kondang di sana bernama Bakso Granat. Dengan harga yang ramah, penjual yang ramah pula, Anda dapat menikmati lezatnya bakso dengan racikan bumbu asli Wonogiri. Selain bakso, ada pula mie ayam yang khas. Meski belakangan telah menjamur kuliner serupa, Bakso Granat tetap memiliki pelanggan setia.

Namun bukan itu yang akan diketengahkan redaksi kali ini. Sang pemilik Bakso Granat, NH Dullah, ternyata adalah pebisnis mobil jip yang sukses. Sembari menjalankan bisnis bakso, ia menekuni bisnis mobil yang identik dengan medan keras, ban besar, perempuan cantik, dan tak lupa, fotografi itu.

Bakso dan jip, dua hal yang sama sekali berbeda. Namun NH Dullah dapat merengkuh keduanya, dengan tidak mengabaikan salah satunya. Berawal dari bisnis bakso di Bantul, kini ia sukses berbisnis mobil jip.

Ketika itu, setelah bisnis baksonya mulai stabil, ia berpikir usaha sampingan yang selain menghasilkan, juga sesuai dengan passion-nya. Dan malam itu, NH Dullah pun bercerita tentang usaha barunya.

“Usaha jual beli mobil jip dimulai sekitar 3 tahun lalu. Bermula dari hobi mengendarai mobil jip dan bertemu dengan komunitas jip Jogja, jadilah saya berbisnis mobil jip,” tuturnya renyah.

Tak dinyana, komunitas jip yang diikuti Dullah memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Ia menjadi tahu bahwa peluang bisnis dan pangsa pasar bisnis ini sangatlah jelas, yakni pehobi dan pencinta off-road. Melihat peluang besar tersebut, Dullah semakin bersemangat untuk menggeluti bisnis barunya tersebut. Terkadang, untuk bertemu dengan calon pembeli, ia harus menemani mereka berwisata putar-putar Jogja.

Apalagi, pemain jual beli mobil jip masih sedikit, sementara barang sudah langka. Asalkan spare-part bisa disiasati, bisnis ini akan berjalan lancar. Tentu saja tidak harus ahli mesin untuk menjalankan bisnis mobil jip. Asalkan intensitas terus ditingkatkan, memahami cara kerja mobil maskulin itu bukan perkara sulit.

Jaringan luas seluruh Indonesia berkomunikasi melalui social media. Terkadang dapat pula kopi darat untuk bertransaksi. Menariknya, selalu bertemu dengan orang-orang baru, yang jelas juga berkepribadian unik, karena jip adalah mobil yang terbilang unik di zaman sekarang.

Pemodif Jip yang Paten

Seperti umumnya pencinta mobil langka, komunitas jip memiliki kelebihsukaan yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka sangat telaten mengurus mobilnya, jengkal per jengkal. Dalam satu waktu, bila Anda melihat bodi mobil jip yang tidak terpakai, kontak saja NH Dullah. Karena bisa jadi, dalam waktu tak terlalu lama, ia akan mengubah rongsokan menjadi barang yang berguna dan bernilai jual tinggi.

NH Dullah juga tidak membatasi diri untuk memiliki satu atau dua jenis mobil jip yang ia suka. Asalkan termasuk kategori jip, ia tak segan untuk menyentuh dan menyulapnya menjadi layak jual dan dicari. Kesungguhan tersebut tampak pada caranya bersabar mengatasi kesulitan spare-part, dan memoles penampilan mobil jip yang ia tangani.

Nah, yang lebih penting, untung bisnis mobil jip terhitung lumayan. Karena jip tidak ada patokan harga pasarnya. Barang yang sudah langka membuat patokan harganya berdasarkan kondisi barang. Selanjutnya, bila penjual dan pembeli sama-sama ridha, harga tidak menjadi soal lagi, meskipun di atas harga pasar.

Sementara itu, modal berkisar di angka Rp 100 juta. Terbilang besar untuk ukuran menengah ke bawah. Namun menjadi realistis bila pasar telah terbentuk dan menghasilkan. Selain berjualan mobil, Dullah juga menjual pernak-pernik onderdilnya.

“Selain profit oriented, jualan jip itu yang penting nambah saudara dan kawan. Untung itu bonusnya. Prinsipnya, banyak teman banyak rezeki. Kalo di jip semboyannya, Dari bukan siapa-siapa menjadi saudara,” ujar Dullah semangat.

Begitulah, setelah sekian lama berurusan dengan bisnis bakso yang direct selling, kini Dullah menggarap pasar segmented. Meski bukan perkara mudah, perbedaan medan tersebut membuatnya semakin kuat. Ya, seperti mobil jip yang kuat di segala medan.