Renaisans Yogyakarta, Daya Tarik Utama Wisata DIY

Tari Jawa, daya tarik turis yang berkunjung ke Yogyakarta. (Foto: Pengen Liburan)
Tari Jawa, daya tarik turis yang berkunjung ke Yogyakarta. (Foto: Pengen Liburan)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Visi 2017 Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X melalui Renaisans Yogyakarta dimaksudkan sebagai pengembalian nilai-nilai keluhuran, keutamaan, dan jati diri berbangsa yang kini tidak lagi menjadi penuntun gerak bernegara, gerak pemimpin dan kerja birokrasi, serta gerak kehidupan seluruh elemen bangsa untuk menuju Indonesia yang bermartabat.

“Renaisans atau pembangkitan kembali budaya lama sebenarnya merupakan strategi kebudayaan membangun peradaban baru Yogyakarta. Gubernur tentu saja bukan tanpa alasan merumuskan visi ini,” ujar Direktur Pandiva Strategics, Danang Munandar, Jumat (27/6).

Ia menjelaskan, dalam situasi dunia yang kini serbadinamis, masyarakat menjadi overload informasi. Terlalu banyaknya referensi justru membuat masyarakat menjadi bingung akan panutan dan jatidiri mereka.

“Kebudayaan Jawa yang diwakili masyarakat Jogja tentu menjadi daya tarik utama wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Sementara destinasi alam di beberapa tempat, seperti Bantul dan Kulonprogo, menjadi magnet selanjutnya, yang bisa disinergikan dengan aktivitas kebudayaan,” tuturnya.

Menurutnya, sekian lama industri dan gaya hidup metropolis memengaruhi budaya asli Jawa di Jogja, toh keaslian tradisi masih terjaga dengan baik. Masuknya bermacam etnis dan kepentingan dari seluruh Indonesia, bahkan dunia, tak membuat Jogja berubah karakter Jawa-nya.

“Keaslian karakter menjadi diminati banyak pihak karena di sana menjanjikan nilai-nilai luhur, sebagai benteng budaya, dan sebagai kekuatan berkomunikasi dengan pihak mana pun yang menginginkan DIY sebagai partner,” kata Danang.

Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia Cabang Yogyakarta mencatat, arus uang masuk (outflow ), terutama dari belanja wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama akhir tahun 2013 mencapai Rp 2,7 triliun. Arus uang masuk dalam jumlah yang sama pernah terjadi pada Agustus 2013.

Jika arus uang masuk pada akhir tahun dan musim liburan 2013 didorong oleh jumlah wisatawan maka arus uang masuk yang tinggi pada pertengahan tahun disumbang oleh pemudik dan sebagian wisatawan.

Kenaikan arus uang masuk akhir 2013 dikaitkan dengan jumlah wisatawan. Misalnya, wisatawan nusantara pada 2012 sebanyak 2.360.173 orang dan wisatawan asing sebanyak 197.751.

Arus uang masuk tentu saja berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian Yogyakarta. Jika wisatawan naik dan investasi bertambah pada 2014, perekonomian lokal Yogyakarta akan berkembang lebih baik.