Belalang Goreng Gunungkidul Kemasan Hemat Ala Pak Gareng

Belalang Goreng Kemasan Pak Gareng.
Belalang Goreng Kemasan Pak Gareng.

Gunungkidul, JOGJADAILY ** Biasanya, petani dipusingkan aksi belalang yang merusak tanaman mereka. Namun ternyata, belalang enak dimakan. Belalang goreng disajikan dalam kemasan hemat, memungkinkan siapa pun untuk berbelanja belalang goreng, tanpa berpikir panjang.

Bila Anda menyukai pantai, bisa jadi Anda pernah berkunjung ke Gunungkidul; kawasan berpantai tak jauh dari Kota Jogja. Selain menawarkan wisata pantai yang tak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga luar negeri, Gunungkidul menawarkan wisata gua dan panorama alam yang berkesan dan sulit terlupa.

Nah, tepatnya di Wonosari Gunungkidul tersebutlah belalang goreng diproduksi. Banyak yang menyebutnya walang goreng. Masyarakat di sana terbiasa mengonsumsi gaplek, tiwul, dan gatot dengan asupan nutrisi belalang yang sangat bergizi.

Anda akan paham, betapa negeri ini memiliki potensi besar dalam apa pun. Sumberdaya alam melimpah. Panorama wisata yang indah di sana-sini. Bahkan belalang pun dapat diolah menjadi makanan lezat dan bergizi.

Bila Anda belum pernah mengonsumsi belalang goreng, bisa jadi Anda merasa geli atau bahkan eneg melihatnya. Tapi yakinlah, setelah mencobanya sekali saja, Anda akan sulit berhenti, saking gurihnya belalang goreng.

Proses pembuatan yang teliti, dengan menyiram belalang dengan air panas, membuang bulu-bulunya, direndam dalam racikan bumbu, dan menggorengnya, melahirkan cita-rasa luar biasa enak dan lezat.

Belalang goreng ternyata mempunyai banyak sekali kandungan gizi, seperti diungkapkan pakar ilmu gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ahmad Sulaiman. Belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral.

Belalang yang masih segar, masih menurut Ahmad Sulaiman, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, sementara belalang kering sekitar 40 persen. Belum lagi kulit belalang yang juga mengandung zat kitosan, seperti pada udang. Meski demikian, tergantung pula pada jenis belalangnya. Pada musim-musim tertentu, ada jenis belang yang memiliki kandungan vitamin lebih tinggi. Belalang juga dapat memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.

Belalang yang dimakan adalah jenis belalang kayu. Biasanya ia menempel di pohon jati. Gunungkidul memiliki banyak pohon jati. Artinya, modal yang digunakan untuk membuat produk ini tidak harus besar.

Belalang Goreng Pak Gareng

Adalah Belalang Goreng Pak Gareng yang hadir dengan kemasan berbeda. Kemasan ini menggunakan plastik 60 gram, sehingga lebih praktis, ekonomis, dan mudah dikirim ke mana saja. Kemasan ini tersedia dalam 3 pilihan rasa, yaitu pedas, gurih, bacem.

Belalang goreng biasanya memang dijual dengan harga lumayan. Wajar bila seperti tak terjangkau. Nah, upaya membuat kemasan berbeda dapat menurunkan harga. Anda dapat menikmati belalang goreng bersama sambal bawang dan nasi panas atau sekadar sebagai camilan, tanpa menunggu uang di kantong Anda penuh terlebih dahulu.

Harga produk Rp 20.000 per Pcs. Untuk pembelian 5 Pcs ke atas harga turun menjadi Rp18.000. Berat barang adalah 60 gram. Sementara komposisinya adalah belalang, bumbu rempah, dan minyak. Khusus Anda yang berdomisili di Jogja, free ongkir dan pembayaran dapat dilakukan di lokasi. Harga spesial reseller dapat menghubungi contact person.

Bagi yang alergi, sebelum mengonsumsi belalang goreng, bawalah obatnya. Karena bukan tidak mungkin, setelah memakan belalang, kulit Anda akan bentol-bentol. Meski enak di mulut tapi tidak enak di badan, para pencinta belalang goreng yang menderita alergi, tidak kapok terus memakannya.

Belalang goreng seperti mewakili respons dan kepedulian masyarakat Gunungkidul pada alam. Belalang yang tampak menjanjikan ternyata dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat dengan harga terjangkau. Persisnya, apa yang ada di sekitar Anda, meski tampak buruk, belum tentu ia tidak berguna. Belalang Goreng Pak Goreng menjadi buktinya.