Berikut Teknologi Aplikasi Mutakhir Karya Mahasiswa UNY dan UGM

Tim A.I.M UNY. (Foto: UNY)
Tim A.I.M UNY. (Foto: UNY)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Mengembangkan inovasi memang menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. Pun dalam konteks kehidupan dunia kini yang kaya dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Menjadi salah besar apabila para akademisi tidak merespons kondisi tersebut dengan menciptakan riset. Layaknya di Yogyakarta, beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, terlihat terus melakukan riset untuk menemukan inovasi mumpuni.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) akhir-akhir ini sangat gencar mengembangkan riset di bidang teknologi aplikasi.

UMKM Virtual Market

Pada Juni tahun ini, UNY berhasil menciptakan aplikasi yang diberi nama UVM (UMKM Virtual Market). UVM adalah inovasi media berbentuk etalase virtual yang dapat mengenalkan produk domestik Indonesia secara global. UVM didesain untuk memperkuat perekonomian Indonesia menjelang era ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Ide awal UVM adalah sebagai sistem penunjang pemasaran UMKM Indonesia. UVM merupakan hasil salah satu program riset UNY yang digawangi Anisah Novi Karunia, Imas Nurani Islami, dan Muhammad Irfan Lutfi atau disingkat A.I.M UNY. Tim ini kolaborasi Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi UNY.

UVM berhasil menyabet juara dua dalam ajang event tingkat nasional, Innovation Technology Competition (INTEC) 2014, setelah mengalahkan 140 tim yang ikut berlaga.

Quick Disaster

Hal yang sama juga dilakukan UGM. Perguruan tinggi favorit di DIY ini serasa tidak kehilangan cara untuk selalu menciptakan Inovasi dalam bidang apa pun. Kali ini, UGM mengembangkan riset di bidang aplikasi, layaknya yang dilakukan UNY belakangan. Tim Riset dari UGM menciptakan inovasi dalam bidang aplikasi, yang diberi nama, Quick Disaster.

Quick Disaster adalah aplikasi untuk mengantisipasi bencana alam yang dikembangkan dalam wearable devices googleglass. Aplikasi ini akan memberikan tiga informasi sekaligus dalam hal terjadinya bencana. Pertama, sebelum bencana, menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah. Kedua, saat bencana, menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana. Ketiga, pascabencana, rehabilitasi dengan fitur integrasi foto pengguna pada daerah bencana dengan media sosial.

Quick Disaster dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM dari Prodi Ilmu Komputer dan Prodi Geofisika, terdiri dari Daniel Oscar Baskoro (Project Manager), Zamahsyari (Programmer), Bahrunnur (Programmer), Sabrina Woro Anggraini (Copy Writer), dan Maulana Rizki Aditama (Data Analyst).

Pada 30 Juni lalu, Quick Disasater berhasil meraih penghargaan Global Winner dalam kompetisi yang diadakan Bank Dunia Code For Resilienc di London.

Menghadapi AEC 2015

Selain menciptakan inovasi yang tangguh, tentu tujuan riset yang dilakukan beberapa perguruan tinggi di DIY saat ini memiliki tujuan akhir. Seperti riset yang dilakukan oleh tim A.I.M UNY ditujukan untuk memproteksi sekaligus membekali Indonesia dalam AEC 2015.

Seperti diketahui bersama, Asean Economic Community yang akan mulai diberlakukan pada 2015 mendatang membawa dampak sangat luas bagi Indonesia. AEC diyakini akan membawa kondisi pasar begitu terbuka dan berdampak liberalisasi ekonomi.

Berkaca hal itu, tim A.I.M UNY menyadarkan hasil risetnya untuk memperkuat Indonesia dalam AEC 2015. Tim ini mengaku, sistem yang digunakan pemerintah saat ini kurang efektif. Pemerintah dirasa hanya mengandalkan event seperti Jakarta Fair untuk memasarkan produk-produk UMKM.

Inovasi dari UVM menyediakan jasa konsultasi secara online bagi semua UKM yang menjadi Anggota UVM, memudahkan UMKM untuk mengakses modal dari investor, meningkatkan daya tarik produk domestik Indonesia, serta meningkatkan daya saing.