Budidaya Jangkrik, Bisnis Kelangenan dengan Untung Menawan

Beternak jangkrik. (Foto: Central Unggas)
Beternak jangkrik. (Foto: Central Unggas)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Hari belum benar-benar siang. Matahari baru saja menampakkan sinarnya yang hangat, menerobos pepohonan mangga di kawasan Jogokaryan, Jogja. Mas Bejo, seorang penyuka burung kicauan, tengah memberi makan burungnya dengan jangkrik. Satu per satu jangkrik disuapkan pada burung-burung kesayangan Mas Bejo itu, sambil menikmati suasana pagi yang cerah.

Ya, siapa sangka, jangkrik, binatang yang sebagian orang melihatnya geli, bisa mendatangkan rezeki melimpah. Jangkrik ternyata dapat diolah menjadi bahan kosmetik, pakan ternak, pakan ikan, atau pakan burung.

Bagi kota-kota tertentu seperti Solo dan Jogja, beternak jangkrik menjadi salah satu peluang usaha berprospek lumayan. Sebab, penikmat burung kicau betebaran di seantero kawasan Mataram tersebut. Terkadang, para penikmat burung kicau menganggapnya sebagai kelangenan. Mereka sering berdendang lagu Jawa ketika berinteraksi dengan burung-burung mereka.

Bagaimana peluang pangsa pasar budidaya jangkrik ini?

Pertama, modal relatif kecil. Budidaya jangkrik tidak membutuhkan modal besar. Skala permodalan termasuk kalangan menengah ke bawah, disesuaikan dengan kantong pembudidaya. Berapa pun dapat dicoba, asalkan telaten, perlahan tapi pasti, bisnis ini akan berkembang setahap demi setahap. Bisnis yang mudah diwujudkan karena sangat mungkin dicapai oleh siapa pun.

Kedua, perawatan mudah. Budidaya jangkrik hanya perlu menyesuaikan kandang dengan kondisi hidup jangkrik di alam bebas serta menjaga pakan agar proses pembesaran ternak cepat tercapai. Sisanya, silakan berimprovisasi dengan pengalaman Anda. Karena, setiap peternak bisa jadi memiliki cerita yang berbeda, dan dapat ditularkan kepada yang lain.

Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan di malam hari, kandang jangan diletakkan di bawah sinar matahari. Letakkan di tempat yang teduh dan gelap. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun, dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian, di samping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik.

Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Di salah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.

Untuk diketahui, persyaratan lokasi untuk budidaya atau beternak jangkrik. Pertama, lokasi budidaya harus tenang, teduh, dan mendapat sirkulasi udara yang baik. Kedua, lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya, dan lain sebagainya. Ketiga, tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan. Keempat, bebas dari gangguan predator. Kelima, jauh dari kandang ayam.

Ketiga, harga jual cukup tinggi. Harga jual jangkrik mulai dari Rp 40 ribu sampai dengan Rp 50 ribu per kilo gramnya. Coba Anda bayangkan bila produksi mencapai 100 kg, bisa Rp 5 Juta per bulan pendapatan Anda. Sangat lumayan, kan?

Modal Relatif Ringan

Dengan modal awal Rp 1,4 juta, Anda bisa memulai usaha beternak jangkrik. Modal awal tersebut digunakan untuk kandang, telur, pakan, dan biaya persiapan lainnya; belum termasuk biaya pengangkutan dan pendampingan.

Kotak sebanyak 20 buah Rp 200 ribu, telur 400 gr Rp 240 ribu, pakan 120 kg Rp 900 ribu, beban oven Rp 50 ribu, biaya administrasi Rp 10 ribu. Jadi, total Rp 1,4 juta.

Penghitungan keuntungan per 80 kg jangkrik hasil panenan yang dijual Rp 30 ribu per kilogram: penjualan 80 kg jangkrik Rp 2,4 juta, modal Rp 1,4 juta, biaya pengangkutan satu paket Rp 100 ribu. Jadi, keuntungannya Rp 900 ribu.

Usaha budidaya jangkrik termasuk minim kelemahan atau risikonya. Dapat ditaksir, keberhasilannya dapat mencapai 90 persen. Keberhasilan dalam penetasan dan pembesaran jangkrik juga sama-sama 90 persen, asalkan Anda merawat jangkrik dengan sungguh-sungguh dan dalam pemberian pakan jangkrik tidak mengalami keterlambatan.