Jelang Lebaran, Penjualan Properti di Jogja Meningkat 20 Persen

Open House di CitraGrand Mutiara Yogyakarta. (Foto: CitraGrand Mutiara Yogyakarta)
Open House di CitraGrand Mutiara Yogyakarta. (Foto: CitraGrand Mutiara Yogyakarta)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Oleh sebagian besar orang, lebaran menjadi peluang emas untuk meraup keuntungan. Pasalnya, pada momen tahunan ini, tingkat kebutuhan konsumen meningkat tajam, baik itu kebutuhan sandang, pangan, bahkan properti.

Jogja adalah salah satu kota yang tidak luput dari efek domino lebaran. Sebagai kota yang kaya akan kebutuhan sandang dan juga pangan, disinyalir Jogja merupakan salah satu kota yang akan diuntungkan pada momen lebaran, tak terkecuali penjualan properti.

Belakangan, properti menjadi salah satu bisnis yang semakin marak berkembang di Jogja. Selain banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di Jogja, bisnis ini berkembang karena tingkat permintaan pasar yang selalu mengalami lonjakan. Menjelang lebaran 2014, penjualan properti di Jogja mengalami peningkatan hingga 20 persen.

Sebenarnya, tingkat penjualan properti di Jogja selalu mengalami peningkatan, di luar lebaran. Meski semakin banyak para pelaku bisnis properti, peluang pasar masih sangat terbuka lebar dan terus mengalami peningkatan.

Manajer Marketing Citra Sun Garden Jogjakarta Meidiana Ardi Soesilowati menjelaskan, kebutuhan terhadap properti di Jogja sebetulnya setiap hari selalu meningkat. Sedangkan menjelang Ramadhan menjadi momen yang pas untuk membeli properti.

Adapun peminat tidak hanya dari domestik, tapi banyak para konsumen yang berasal dari luar negeri. Dengan maksud investasi, para pemegang modal tidak jarang menjadi sasaran utama para penyedia properti. Ada beberapa konsumen yang bekerja di luar negeri dan berniat menginvestasikan hartanya melalui bisnis properti ini.

“Bahkan pembeli ada yang dari luar negeri. Mereka rata-rata orang Indonesia yang bekerja di perusahaan luar dan bermaksud investasi rumah di Jogja,” kata Meidiana.

Letak strategis menjadi kunci utama bisnis ini laku di pasaran. Seperti halnya CitraGrand Mutiara Yogyakarta yang melengkapi konsep kawasan waterpark dengan shopping walk. Lokasinya pun strategis, persis di depan waterpark dan kawasan eksklusif Mansion Park.

Di daerah tersebut, terdapat 300 residence yang telah siap dihuni. Tentu hal tersebut akan menjadi faktor pendorong munculnya jenis usaha turunan yang menguntungkan warga sekitar. Manajer Marketing CitraGrand Mutiara, Florentia Tisila, mengatakan, masyarakat umum dapat mengakses shopping walk ini.

Harga Tanah Meningkat

Sejauh ini, perkembangan properti di Jogja masih dapat dipetakan antara kelas atas atau menengah. Banyak perumahan yang ditawarkan berkelas mewah, seperti di sepanjang Jalan Kaliurang sampai dengan kilometer 8, mulai dari Bale Hinggil, Bale Agung, Pondok Permai, Merapi View, dan Vila Arsita.

Tingkat pertumbuhan bisnis properti tentu berdampak pada melonjaknya harga tanah di wilayah Jogja. Sebagai contoh, rumah di dekat Taman Palagan Asri 3, seharga 110 juta. Mungkin saat ini telah menjadi dua kali lipat atau naik 100 persen. Hanya dalam waktu tiga tahun, pertumbuhannya mencapai 30 persen per tahun.

Meningkatnya harga tanah tidak hanya terjadi di Jalan Kaliurang. Misalnya di Jalan Mangkubumi, harganya setara dengan harga yang berlaku di Jalan Sudirman dan Jalan Urip Sumoharjo atau Jalan Solo. Harga yang berlaku di Jalan Solo berkisar Rp 10-15 juta per meter. Begitu juga di Jalan Jenderal Sudirman.

“Meski NJOP tanah di Jalan Jenderal Sudirman hanya berkisar Rp 7 juta per meter persegi, namun harga pasaran tanah di wilayah itu sudah mencapai Rp 15 juta per meter persegi,” ungkap pelaku bisnis properti, M. Subhan.

Subhan mengaku, lokasi tanah yang strategis akan mempengaruhi harga tersebut, sehingga harga tersebut tidak bisa dijadikan ukuran mutlak.

“Namun demikian, nominal tersebut belumlah harga mutlak. Faktor lebar muka tanah juga menjadi pertimbangan. Artinya, apabila tanah berada di pinggir jalan raya dan memiliki lebar muka lumayan luas, harganya bisa lebih tinggi dari angka tersebut,” tutur Subhan.

Namun, di luar kelas mewah, kini banyak developer yang menyedikan kavling tanah kompleks perumahan. Tentu harga yang ditawarkan lebih murah dibanding kompleks perumahan. Terlebih Anda diberikan fasilitas KPR untuk menyelesaikan proses pembayaran secara kredit.