Komunitas Mahasiswa Boyolali Jogja Warnai Keistimewaan Yogyakarta

Salah satu acara pengakraban KMB Jogja. (Foto: @KMByogya)
Salah satu acara pengakraban KMB Jogja. (Foto: @KMByogya)

Kota Yogyakarta, JOGJADAILY ** Selain berjuluk Kota Gudeg, Yogyakarta juga bergelar Kota Pendidikan. Dari status tersebut tentu membawa berbagai konsekuensi. Bukan saja pada bidang pendidikan, namun juga merambah pada ranah ekonomi, sosial, bahkan budaya.

Jumlah Perguruan Tinggi di Yogyakarta saat ini kurang lebih mencapai 135. Jumlah tersebut tentu menjadi jumlah terbanyak di Indonesia. Dari banyaknya pilihan Perguruan Tinggi itulah, kini banyak calon mahasiswa yang berbondong-bondong untuk menimba ilmu di Kota Gudeg.

Banyak dan beragamnya perguruan tinggi di Yogyakarta berbanding lurus dengan banyaknya jumlah pendatang baru yang berdomisili. Menelisik lebih jauh, tentu tidak hanya terfokus pada pesatnya jumlah penduduk. Faktor budaya akan menambah khazanah keistimewaan Jogja.

Kini, Jogja menjadi kota yang ramah dengan keberagaman. Dan hal itulah yang justru menambah keistimewaannya.

Sebut saja KMB Jogja atau singkatan dari Komunitas Mahasiswa Boyolali. Komunitas ini salah satu bukti keistimewaan Yogyakarta. Meski Jogja memangku keberagaman, ia masih tetap mampu menyuguhkan kenyamanan bagi para pendatang yang sekadar berdomisili di Yogyakarta.

Komunitas Mahasiswa Boyolali Yogyakarta atau akrab disebut KMB Jogja merupakan salah satu wadah silaturahmi bagi mahasiswa asal Kabupaten Boyolali Jawa Tengah yang melanjutkan studi di wilayah Yogyakarta. Komunitas ini secara resmi terbentuk melalui Musyawarah Besar pada 2005.

Sosialisasi

Memang keistimewaan Yogyakarta yang didukung dengan statusnya sebagai Kota Pendidikan tidak terlepas dari pengaruh para pendatang yang mempublikasikan keistimewaan di daerah-daerah, seluruh Indonesia.

Hal serupa dilakukan KMB Jogja. Salah satu kegiatan KMB Jogja adalah mensosialisasikan Kota Yogyakarta bersama lusinan Perguruan Tinggi kepada para calon mahasiswa yang berasal dari Boyolali.

KMB Jogja memiliki agenda tahunan yang biasa diselenggarakan setiap tahun ajaran baru, yakni mengenalkan beberapa Perguruan Tinggi di Yogyakarta melalui pawai materi mengenai kampus tersebut, baik negeri maupun swasta, termasuk akademi kepada SMA yang ada di Boyolali. Tujuannya antara lain untuk memperkenalkan dunia perkuliahan kepada siswa SMA se-Boyolali, menginformasikan alur pendaftaran serta ujian masuk perguruan tinggi di Yogyakarta, serta tidak lupa menyertakan motivasi untuk melanjutkan kuliah.

Dengan adanya KMB Jogja dan komunitas lain yang sejenis, tentu menjadikan Jogja semakin ramai. Komunitas layaknya KMB Jogja seperti menjadi duta bagi Jogja di seluruh daerah Indonesia. Hal itulah yang menjadikan Jogja semakin istimewa, karena memiliki duta di setiap daerah, dari Sabang hingga Merauke.

Menjaga Jogja

Pemerintah Provinsi Yogyakarta, dari Gubernur hingga Bupati dan Walikota, hingga kini memberikan pelayanan sekaligus memfasilitasi para pendatang, baik yang bertujuan bekerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Prinsipnya, kami terbuka menerima siapa saja untuk belajar di Yogyakarta. Namun demikian, keberadaan mereka juga harus saling menghormati dan menghargai di Yogyakarta,” tegas Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Hal tersebut selaras dengan pernyataan Rektor UII Prof Edy Suandi Hamid dalam acara kunjungan rutin ke Asrama Daerah Program Kedaulatan Rakyat (KR) Peduli Pendidikan beberapa waktu yang lalu.

“Identitas kedaerahan yang dimiliki dapat digunakan untuk menstimulus dan mendorong mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk mendorong kemajuan Yogyakarta dan memajukan daerah asal,” ungkapnya.

Edy berharap, dengan adanya komunitas mahasiswa daerah di Yogyakarta akan mendukung tingkat kenyamanan dan keamanan Kota Yogyakarta.

“Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan harus selalu kita dukung. Jangan dirusak dengan egoisme kedaerahan yang mana dapat merusak citra Yogyakarta sebagai kota yang nyaman dan aman,” ujarnya.