Pasar Kangen Jogja, Surga Pemburu Kuliner Tempo Dulu

Pasar Kangen 2012. (Foto: Happy Crafty Story)
Pasar Kangen 2012. (Foto: Happy Crafty Story)

Kota Jogja, JOGJADAILY ** Selain bakpia patuk, Jogja menyimpan lusinan jenis makanan unik lain. Jogja seperti tidak kehabisan resep olahan istimewanya. Untuk menemukan apa saja sajian unik yang ditawarkan kota wisata ini, Anda bisa menemukannya di event tahunan Pasar Kangen Jogja.

Pasar Kangen adalah event tahunan yang digelar untuk menjajakan makanan-makanan tempo dulu. Anda akan menemukan banyak makanan yang lebih akrab disebut jajanan. Dengan konsep sajian kuliner tradisonal, event tahunan tersebut diberi nama Pasar Kangen yang akan mengingatkan setiap pengunjungnya pada masa-masa dulu atau masa kecil para pengunjung.

Pada 2014, Pasar Kangen akan digelar kembali, 18-24 Agustus 2014. Tidak berbeda jauh dari Pasar Kangen sebelumnya, acara rencananya digelar di Taman Budaya Yogyakarta. Masih akan mengusung tema kuliner tradisonal Jogja, Pasar Kangen diperkirakan menarik perhatian warga. Selain makanan, disuguhkan pula pagelaran kesenian tradisional dan pameran kerajinan khas Yogyakarta.

“Kegiatan utama di Pasar Kangen ini adalah menampilkan kuliner tradisional, kerajinan dan kesenian tradisional khas Yogyakarta,” kata Ketua Panitia Pasar Kangen Jogja, Sri Eka Kusumaningayu.

Sejumlah 45 stan atau anjungan disiapkan untuk meramaikan pagelaran Pasar Kangen 2014. Sebanyak 20 kelompok kesenian tradisional juga dipersiapkan untuk menampilkan sederet kesenian tradisional Yogyakarta. Jatilan dan wayang kulit turut memeriahkan pagelaran Pasar Kangen.

Pasar Kangen adalah wadah bagi para pelaku seni di Yogyakarta. Dengan adanya Pasar Kangen, para pelaku seni diharapkan dapat mempromosikan hasil karyanya. Pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para komunitas untuk ikut ambil bagian dalam event tahunan tersebut. Panitia membuka pendaftaran pada 14 -24 Juli 2014.

“Pendaftaran dibuka mulai 14-24 Juli 2014. Harga anjungannya pun cukup terjangkau. Komunitas pun bisa bergabung memeriahkan kegiatan ini,” tutur Humas Pasar Kangen Jogja, Eko Nuryono.

Panitia Pasar Kangen berharap, warga dan para pelaku seni turut berpartisipasi mendukung kegiatan tahunan ini.

“Fokus kegiatan tahun ini adalah mengembalikan ruh Pasar Kangen Jogja, yaitu memberikan ruang kepada mereka yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi,” ungkap Sri Eka Kusumaningayu.

Adapun sajian produk kerajinan yang akan ditampilkan, seperti wayang kardus, topeng kayu, miniatur prajurit keraton, cincin akik, kaos motif lawasan, dan sebagainya.

Jogja adalah gudang kerajinan. Berbagai macam jenis kerajinan lahir dari Kota Gudeg. Dan Pasar Kangen adalah wadah menampilkan kembali produk-produk kerajinan khas Yogyakarta ini.

“Barang-barang kuno juga akan dijual di arena Pasar Kangen, seperti kotak perhiasan, arca batu kecil, cermin dan pigura, gramofon termasuk album piringan hitam dan kaset-kaset lama. Barang-barang itu biasanya menjadi incaran pengunjung,” terang Sri Eka.

Sajian Klasik

Pasar Kangen akan menjadi surga para pencinta kuliner, khususnya kuliner tradisional atau tempo dulu. Dengan sajian unik Pasar Kangen, pengunjung dijamin merasakan sensasi tempo dulu. Hanya di Pasar Kangen ini pengunjung menemukan sajian klasik seperti hawug-hawug, tiwul, lopis ketan, wedang uwuh, cenil, arak keling, gatot, tempe bacem, dan masih banyak sajian unik lain.

Jajanan yang disajikan adalah sajian tradisional Yogyakarta yang kini semakin ditinggalkan. Dengan adanya event ini, diharapkan muncul kesadaran masyarakat untuk melestarikan warisan budaya.

Pengunjung bisa menemukan sate koyor yang dijamin menggoyang lidah para penikmat kuliner di Pasar Kangen.

Selain kuliner tradisional, Pasar Kangen menyuguhkan sajian unik, seperti oseng-oseng bledek. Atau bagi penggemar kuliner Jawa asli, pengunjung dapat merasakan sensasi masakan langka, sayur brongkos.

Aneka jajan unik tersebut kini terimpit masakan-masakan Barat yang digemari kebanyakan masyarakat saat ini. Pasar Kangen diharapkan mampu mempromosikan kembali produk-produk asli Jogja tersebut.